Rabu, 16 Oktober 2013

Faktor Penyebab Kemiskinan di Indonesia

    Kemiskinan adalah suatu kondisi dimana seseorang kekurangan hal yang biasa dimiliki, dan hal yang biasa dimiliki bisa dalam beberapa aspek. Di Indonesia ini masalah kemiskinan tidak ada habisnya, bahkan angka kemiskinan terus meningkat tiap tahunnya.
Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor yang terjadi. seperti :
  1. Korupsi, hal ini “menyumbangkan” banyak sekali warga miskin di Indonesia, karena bantuan yang harusnya untuk membantu masyarakat miskin malah di ambil orang yang tidak bertanggung jawab. 
  2.   SDA, ini yang menyebabkan kemiskinan susah sekali berkurang. Bisa diketahui banyak SDA di Indonesia memiliki kualitas yang kurang, sehingga para SDA tidak mempunyai keahlian yang bias di gunakan untuk mendapatkan penghasilan. 
  3. Masih ada orang yang berpikir bahwa anak merupakan tabungan masa depan, dan orang yang berpikiran seperti itu memiliki banyak anak. Namun hal tersebut malahan menjadi beban ekonomi yang berat karena harus menghidupi banyak anggota keluarga. 
  4. Tingginya angka kriminalitas, banyak para kriminal yang telah di tangkap dan di penjara. Dan banyak pula dari para kriminal tersebut yang merupakan kepala rumah tangga.
   Ada sebab ada akibat, begitu pula pada kemiskinan. Banyak akibat yang ditimbulkan oleh kemiskinan, seperti : 
  1. Kriminalitas, semakin banyak orang miskin maka semakin banyak pula kemiskinan yang terjadi. Masuk akal bila seorang kepala rumah tangga menghalakan segala cara untuk menghidupi keluarganya yang kelaparan.  
  2. Urbanisasi, Orang berpikir bahwa tinggal di kota besar akan mendatangkan penghasilan besar. Tapi semakin banyak orang yang datang ke kota besar maka lapangan pekerjaan yang tersedia juga akan semakin sedikit. Dan hal ini malahan akan memperparah tingkat pengagguran. 
  3. Bunuh diri, banyak orang yang putus asa karena tidak sanggup menghadapi kemiskinan, sehingga mengambil jalan pintas. 
  4. Kebodohan, semakin banyak rakyat miskin maka semakin banyak juga orang yang tidak bisa mendapatkan pendidikan
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN DI INDONESIA
  1. Tingkat pendidikan yang rendah 
  2. Produktivitas tenaga kerja rendah
  3. Tingkat upah yang rencah
  4. Distribusi pendapatan yang timpang
  5. Kesempatan kerja yang kurang
  6. Kualitas sumberdaya alam masih rendah
  7. Penggunaan teknologi masih kurang
  8. Etos kerja dan motivasi pekerja yang rendah
  9. Kultur/budaya (tradisi)
  10. Politik yang belum stabil
    Kesemua faktor tersebut di atas saling mempengaruhi, dan sulit memasrikan penyebab kemiskinan yang paling utama atau faktor mana yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung. Kesemua faktor tersebut merupakan VICIOIS CIRCLE (Lingkaran setan) dalam masalah timbulnya kemiskinan

Kamis, 10 Oktober 2013

Syarat Hewan Qurban dan Ketentuan Lainnya

Syarat Hewan Qurban dan Ketentuan Lainnya

Melanjutkan bahasan tentang fiqih qurban terdahulu, kali ini tema yang dibahas adalah tentang hewan qurban. Pengetahuan ini sangat penting bagi yang akan melaksanakan ibadah qurban untuk memenehi syarat dan ketentuannya.

Umur Hewan Qurban
Ketentuan untuk hewan qurban sapi, unta dan kambing, Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menyembelih (qurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba jadza’ah.” (Muttafaq ‘alaih)

Musinnah adalah hewan ternak yang sudah dewasa, dengan umur minimal:

 
Unta : 5 tahun
Sapi : 2 tahun
Kambing jawa : 1 tahun
Domba/ kambing gembel : 6 bulan (domba Jadza’ah)
(Lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/371-372, Syarhul Mumti’, III/410, Taudhihul Ahkaam, IV/461)

Yang Tidak Syah untuk Qurban
1. Buta dan jelas sekali kebutaannya
2. Sakit dan tampak sekali sakitnya.
3. Pincang dan tampak jelas pincangnya:
4. Sangat tua sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.
(Shahih Fiqih Sunnah, II/373 & Syarhul Mumti’ 3/294).

Hewan Qurban yang Makruh Diqurbankan
1. Jika sebagian atau keseluruhan telinganya terpotong
2. Tanduknya pecah atau patah
(Shahih Fiqih Sunnah, II/373)

Selain 6 jenis cacat di atas atau cacat yang tidak lebih parah dari itu maka tidak berpengaruh pada status hewan qurban. Misalnya tidak bergigi (ompong), tidak berekor, bunting, atau tidak berhidung. Wallahu a’lam
(Shahih Fiqih Sunnah, II/373)

Hewan Qurban yang Lebih Utama
Abu Umamah bin Sahl mengatakan, “Dahulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk dalam berqurban. Dan memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berqurban dengan hewan yang gemuk-gemuk.” (HR. Bukhari)

Menurut mayoritas ulama, urutan dari yang paling utama adalah menyembelih:
- Menyembelih hewan qurban unta
- Menyembelih hewan qurban sapi
- Menyembelih hewan qurban kambing

Dalilnya adalah jawaban Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya oleh Abu Dzar radhiallahu ‘anhu tentang budak yang lebih utama. Beliau bersabda, “Yaitu budak yang lebih mahal dan lebih bernilai dalam pandangan pemiliknya” (HR. Bukhari dan Muslim). (Shahih Fiqih Sunnah, II/374)

Mana yang lebih baik: Urunan Sapi atau Qurban Satu Kambing?
Jawabannya : Lebih baik berqurban seekor kambing, dengan dalil:
- Qurban yang sering dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utuh satu ekor, baik kambing, sapi, maupun unta, bukan 1/7 sapi atau 1/10 unta.
- Kegiatan menyembelihnya lebih banyak.
Hal ini juga sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh penulis kitab Al Muhadzab Al Fairuz Abadzi As Syafi’i. (Al Muhadzab 1/74) Namun ada yang berpendapat tergantung jumlah dagingnya. Jika kambingnya kurus dan sapinya gemuk, sehingga jumlah daging seekor sapi yang gemuk tadi lebih banyak dari jumlah daging dari 7 ekor kambing, maka dalam hal ini qurban sapi lebih utama.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Halal dan Haram dalam Islam

Persoalan halal dan haram dalam islam kadang mudah dipahami dan juga kadang sulit dimengerti. Menjadi mudah ataupun sulit dikarenakan oleh peneliti islam zaman sekarang mungkin bisa disebut terbagi menjadi 2 golongan yaitu golongan yang terlalu berpihak pada barat, maupun golongan yang terlalu kaku sehingga banyak yang melupakan Al Quran dan Hadist. Golongan pertama ini menganggap bahwa apa yg diharaman oleh barat berarti diharamkan oleh islam, dan yang dihalalkan oleh barat berarti dihalalkan oleh islam. Golongan yang kedua adalah orang yang terlalu kaku dalam menilai halal dan haram, apa-apa yang tertulis di buku-buku / kitab-kitab berarti itu islam, pemikirannya tidak bisa menerima perubahan sedikitpun. Hal inilah yang pada akhirnya membuat kita menjadi kebingungan dalam menentukan antara halal dan haram.
“Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan membawa rahmat bagi segenap makhluk.” (Al Anbiya : 107)
Kita harus yakin bahwa apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah bertujuan untuk kebaikan umat manusia. Oleh karena itu kita harus memulai kembali dari Al Quran dan As Sunnah agar kita tidak tersesat.
Beberapa pokok penting yang harus kita perhatikan adalah :
1. .Asal Segala Sesuatu adalah Mubah.
“Dialah zat yang menjadikan untuk kamu segala sesuatu yang ada di bumi ini semuanya.” (Al Baqarah : 29)
“Rasulullah SAW. Pernah ditanya tantang hukumnya samin, keju, dan kedelai hutan, maka jawab Beliau : Apa yang disebut halal ialah sesuatu yang Allah halalkan dalam kitabNya, dan yang disebut haram ialah sesuatu yang Allah haramkan dalam kitabNya; sedang apa yang Ia diamkan, maka itu salah satu yang Allah maafkan untuk kamu.”(riwayat Turmudzi dan Ibnu Majah)
Dengan demikian karena haram dalam syariat Allah sebenarnya sangat sempit, kenapa kita masih juga melaksanakan yang haram tersebut. Rasulllah juga tidak ingin menjawab semua pertanyaan satu-persatu, tetapi Beliau ingin mengembalikan itu semua kepada kaidah kaidah yang baik.
Bedakan hal ini semua dengan ibadah. Ibadah tidak boleh kita menganggap semata mata boleh karena ibadah mencakup permasalahan syariat.
1. Menentukan halal dan haram semata-mata Hak Allah.
“Katakanlah ! Apakah kamu mengetahui sesuatu yang telah diturunkan untuk kamu berupa rezeki, kemudian kamu jadikan sebagiannya halal dan haram? Katakanlah apakah Allah telah memberikan izin kepadamu ataukah memang kamu hendak berdusta atas nama Allah?” (Yunus : 59)
2. Mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram sama dengan syirik.
(Al Araf : 32-33)
3. Mengharamkan yang halal akan berakibat timbulnya kejahatan dan bahaya.
4. Setiap yang halal tidak memerlukan yang haram.
Allah tidak serta merta mengharamkan sesuatu tetapi Allah memberikan penggantinya. Sutera yang diharamkan untuk laki laki, Allah berikan pengganti yang banyak seperti wool, katun, dll. Allah telah haramkan zina, tetapi Allah berikan penggantinya yaitu pernikahan. Dan masih banyak contoh lainnya.
5. Apa saja yang membawa haram adalah haram.
Salah satu prinsip yang diakui islam ialah apabila islam telah mengharamkan sesuatu, maka wasilah dan cara apapun yang dapat membawa pada perbuatan haram hukumnya adalah haram. Karena islam mengharamkan zina, maka yang membawa pada zina adalah haram seperti berdua-duaan, foto telanjang, dll.
6. Bersiasat pada yang haram, hukumnya adalah haram.
Contohnya adalah ketika orang-orang yahudi diharamkan untuk berburu pada hari sabtu, mereka bersiasat, pada jumat mereka menggali parit agar binatang buruannya bisa terperangkap dan hari ahad diambil hasil buruannya. Hal ini karena niatnya ingin berburu. Selain itu juga mengganti nama yang haram dengan nama lain tetap tidak mengubah status haramnya.
“akan datang suatu masa dimana manusia menganggap halal riba dengan nama jual-beli.”
7. Niat baik tidak dapat melepaskan yang haram.
Sabda Rasul :
“Sesungguhnya Allah itu baik, Ia tidak mau menerima kecuali yang baik pula.”
Islam tidak membenarkan prinsip yang disebut al-Ghayah tubirrul wasilah (tujuan menghalalkan segala cara).
“siapa mengumpulkan uang dari jalan yang haram kemudian dia sedekahkan harta itu, sama sekali dia tidak akan memperoleh pahala,bahkan dosanya akan menimpa dia.” (riwaya Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Hakim)
8. Menjauhkan diri dari syubhat karena takut terlibat dalam haram.
Diantara halal dan haram terdapat hal hal yang tasyabbuh (tidak jelas) yaitu syubhat. Terhadap persoalan ini, islam telah memberikan suatu garis yaitu wara (berhati-hati). Dengan garis ini, orang muslim seharusnya menjauh dari syubhat agar tidak terdorong pada perbuatan haram.cara seperti ini disebut saddudz dzari’ah (menutup jalan berbuat maksiat).
“yang halal sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas, di antara keduanya ada beberapa perkara yang belum jelas (syubhat), banyak orang yang tidak tahu apakah itu termasuk bagian yang halal atau bagian yang haram? Maka , siapa yang menjauhinya karena hendak membersihkan agama dan kehormatannya, dia akan selamat dan barang siapa mengerjakan sedikit pun darinyahampir-hampir ia terjatuh pada yang haram, sebagaimana orang yang menggembala kambing di sekitar daerah larangan, dia hampir-hampir akan jatuh kepadanya. Ingat pula, bahwa raja mempunyai daerah larangan. Ingat pula, bahwa daerah larangan Allah itu ialah semua yang diharamkan.” (riwayat Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi dan riwayat ini adalah lafal Tirmidzi)
9. Sesuatu yang haram berlaku untuk semua orang.
Tidak pernah ada halal untuk orang Arab dan haram untuk orang diluar Arab. Rasulullah bahkan bersabda :
“Demi Allah! Kalau sekiranya Fatimah binti Muhammad yang mencuri, pasti akan kupotong tangannya.” (riwayat Bukhari)
Bangsa yahudi pernah membuat hukum bahwa mengambil bunga (riba) kepada sesama yahudi diharamkan, tetapi kepada diluar yahudi diperbolehkan. Akan tetapi hal ini dilarang oleh Allah.
10. Keadaan yang terpaksa memperbolehkan yang terlarang
Islam sangat mengetahui bahwa manusia itu lemah dan tidak luput dari kesalahan dan ketidakberdayaan. Oleh karena itu, daerah haram yang sempit pun masih diperbolehkan asalkan dalam keadaan tidak sengaja dan tidak berlebihan.
“lalu siapa dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka tiada berdosa atasnya karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Belas-kasih.” (Al Baqarah : 173)
Dalam ikatan ini, para ulama ahli fiqih menetapkan suatu prinsip lain, yaitu adh-dharuratu tuqaddaru biqadariha (darurat itu dikira-kirakan menurut ukurannya). Oleh karena itu, manusia bisa tunduk kepada keadaan darurat tetapi tidak menuruti nafsunya untuk terjatuh pada keadaan darurat. Manusia harus terus mengikatkan dirinya pada yang halal dan terus berusaha agar tidak tersentuh dengan yang haram.
Islam itu universal, Allah tidak ingin membuat kesulitan pada umatNya, akan tetapi manusialah yang tidak pernah puas dan selalu menuruti hawa nafsunya sehingga terjatuh ke dalam keharaman dan menganggap bahwa yang haram itu terlalu banyak.
“Allah tidak menghendaki untuk memberikan kamu sesuatu beban yang berat, tetapi Ia berkehendak untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya kepadamu supaya kamu berterima kasih.” (Al Maidah : 6)
Sebelas pokok penting diatas merupakan prinsip dasar yang pada akhirnya akan menentukan halal dan haram dalam seluruh lingkup kehidupan manusia. Sebelas pokok penting tersebut dijelaskan dalam bab 1 buku ini, sedangkan bab selanjutnya adalah terperinci pada penjelasan aspek lain seperti makanan, pekerjaan, pakaian, muamalah, tradisi, hiburan, dll. Berikut adalah beberapa ringkasan dalam berbagai apek dan untuk lebih terperinci daapat dilihat langsung pada bukunya.
Berikut ini adalah Ayat Al Quran dan Hadist nabi yang sangat penting untuk diketahui :
“Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih bukan karena Allah, yang (mati) karena dicekik, yang (mati) karena dipukul, yang (mati) karena jatuh dari atas, yang (mati) karena ditanduk, yang (mati) karena dimakan oleh binatang buas, kecuali yang dapat kamu sembelih dan ynag disembelih untuk berhala.” (Al Maidah : 3)
“Rasulullah SAW. Mengambil sutra, ia letakan di sebelah kanannya, dan ia mengambil emas kemudia diletakkan di ssebelah kirinya, lantas Ia berkata : kedua ini haram untuk orang laki-laki dari umatku.” (riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasa’I, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah)
“Hai Nabi! Katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin semua hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih mendekati mereka untuk dikenal (sebagai perempuan baik-baik) supaya mereka tidak diganggu.” (Al Ahzab : 59)
“Maukah kamu saya terangkan sebesar-besar dosa besar –tiga kali- Mereka menjawab : Mau, ya Rasulullah! Maka bersabdalah Nabi, yaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua –waktu itu beliau berdiri sambil bersandar, kemudian duduk, dan selanjutya bersabda : Ingatlah! Dan (termasuk dosa besar) adalah omongan dusta dan saksi dusta.” (riwayat Bukhari dan Muslim)
“Hai orang orang yang beriman! Takutlah kepada Allah, dan tinggalkanlah apa yang tertinggal dari riba jika kamu benar benar beriman. Apabila kamu tidak berbuat demikian, terimalah peperangan dari Allah dan RasulNya dan jika kamu tobat, maka bagiannya adalah pokok harta kamu, kamu tidak boleh berbuat zalim juga tidak mau dizhalimi.” (Al Baqarah : 278-279)

Prinsip dan Teknik Pembelajaran Mufradat

1.
Prinsip-prinsip Pembelajaran Mufradat

Kekayaan Mufradat yang dimiliki oleh bahasa Arab termasuk sangat melimpah, bahkan mungkin paling banyak di antara bahasa-bahasa di dunia. Walaupun belum ada hasil penelitian yang menunjukkan mengenai jumlah pasti kosakata Arab, tetapi dapat dipastikan bahwa jumlahnya ribuan bahkan jutaan kata. Kamus Arab terbesar dan terlengkap, Lisan al-‘Arab karya Ibnu Manzhur itu terdiri dari 20 jilid tebal, tentunya memuat ratusan ribu derivasi dan kosakata.

Oleh karena tidak mungkin dan bahkan mustahil semua kosakata/Mufradat diajarkan,  maka diperlukan adanya prinsip-prinsip dalam pemilihan Mufradat. Dan seorang pakar menyebutkan ada tujuh prinsip dalam pemilihan Mufradat, (Hendra; 2006)yaitu :

a.
التواتُر ( Frekuensi). Kata yang frekuensi penggunaannya sering/banyak harus diprioritaskan untuk diajarkan daripada yang jarang digunakan. Contohnya : kata نَهْر  harus lebih diutamakan daripada kata تُرْعَة yang sama-sama berarti sungai, karena yang kedua jarang digunakan. Bahkan hanya kata نَهْر yang digunakan dalam Al-Qur’an.

b.
التوزّع أوالمدى (Range). Maksudnya, mengutamakan penggunaan kata-kata yang digunakan oleh banyak negara Arab daripada oleh sebuah negara Arab. Standar dan acuannya adalah Mu’jam al-Rashid al-Lughawy li al-thifl al-‘araby  yang disusun oleh ISESCO.

c.
المتاحية (Ketersediaan, availability). Maksudnya, kata yang dikuasai oleh seseorang ketika hendak digunakan lebih diutamakan daripada yang tidak diketahuinya. Misalnya kata جلس hampir pasti lebih dahulu diketahui dan dikuasai peserta didik daripada kata قعد  .

d.
الألفة (Familiar), maksudnya, kata yang lebih familiar (sering didengar dan  digunakan) harus diprioritaskan pembelajarannya daripada kata yang jarang dan langka, meskipun mempunyai kesamaan arti. Misalnya, kata شمس pasti lebih familiar bagi kita daripada kata ذُكاء .

e.
الشمول (Ketercakupan,coverage). Maksudnya, satu kata yang pengertiannya mencakup banyak hal perlu diprioritaskan daripada kata yang hanya dapat digunakan dalam satu bidang saja. Misalnya, kata بيت dan kata  منزيل. Kata بيت jelas lebih konprehensif daripada kata  منزيل , karena kata yang pertama  (بيت )mencakup berbagai bidang seperti ungkapan :بيتالابرة (البوصلة), بيت الأنكبوت, القصيدبيت ,اللهبيت , المالبيت, ......

f.
الأهمّية (Kepentingan, signifikance). Maksudnya, kata yang sedang diperlukan dan dianggap penting untuk diketahui dan digunakan harus lebih diprioritaskan daripada yang sedang tidak atau kurang dibutuhkan.

g.
العروبة (Kearaban). Maksudnya, kata yang berasal dari bahasa Arab sendiri harus lebih diutamakan daripada pinjaman atau yang diserap dan diarabkan. Contohnya : kata الهاتفlebih utama daripada التلفون , meskipun peserta didik lebih dahulu mengenal kata yang kedua (التلفون ). Dalam konteks ini, pendidik dapat menjelaskan ma’na kata yang pertama (الهاتف ) dengan menyebut kata yang kedua  (التلفون )  sebagai sinonimnya, sehingga pemahaman peserta didik menjadi lebih cepat dan mantap. Demikian pula kata-kata  المدياع,الحاسوب,الجوّال harus lebih diprioritaskan daripada kata-kata :  الراديو,الكومبيوتر,الموبيل
2.
Teknik Pembelajaran Mufradat 

Tidak jarang orang bertanya :”Berapa jumlah mufradat yang harus dikuasai (tidak harus dihapal) agar seseorang dapat lancar berkomunikasi lisan atau tulisan dengan bahasa Arab?” Sebagian pakar berpendapat bahwa pelajar tingkat dasar (pemula) cukup menguasai 750 – 1.000 kosakata, tingkat menengah 1.000 – 1.500 kosakata, dan tingkat lanjutan 1.500 – 2.000 kosakata. Pakar lain menyatakan bahwa mengajar anak dengan 2.000 – 2.500 kosakata pada tingkat dasar cukup untuk membuatnya mampu berkomunikasi dan memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan syarat mereka menguasai setruktur kata dan cara menggunakan kamus. Ada lagi yang berpendapat bahwa penguasaan 3.000 – 5.000 kosakata cukup untuk menjamin kelancaran dalam membaca berbagai karya tulis dalam berbagai bidang.

Terlepas dari perbedaan tersebut, proses pembelajaran Bahasa Arab, antara lain harus diarahkan pada pengembangan kosakata ( tanmiyat al-mufradat ) agar peserta didik memiliki perbendaharaan (modal kebahasaan) yang memadai, sehingga timbul keberanian untuk berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan. Kelemahan pelajar kita pada umumnya adalah kekurangan penguasaan kosakata.

Ada dua metode yang biasanya digunakan dalam pembelajaran mufradat, khususnya dalam memperjelas makna kosakata, yaitu : metode kontekstual (السيّاقيّةالطريقة) dan metode non-kontekstual (الطريقة غيرالسيّاقيّة). (Matsna; 2004) Metode kontekstual dimaksudkan sebagai cara menjelaskan kosakata melalui kontekstualisasi kata dalam setruktur kalimat. Asumsinya adalah bahwa satu kata dalam bahasa Arab terkadang mempunyai banyak makna, sehingga agar makna difahami, makna kata itu harus diletakkan struktur kalimat secara kontekstual. Misalnya kata  فَتَحَ , maknanya tidak sekedar membuka secara fisik semata, tetapi juga berkonotasi mendirikan, memperoleh kemenangan, memudar, dan sebagainya. Perhatikan contoh kalimat berikut ini :

فتحالطالبالكتاب ·

فتحأحمدمتجرا ·

فتحاللهغليك ·

انّافتحنالكفتحامبينا ·

.فتحلونالقميصفصارأبيضبعدأنكاناصفر ·

Demikian pula, ketika menjelaskan makna harf min (مِنْ), pendidik perlu melakukan kontekstualisasi agar ragam makna min (مِنْ) dapat difahami dari konteks kalimatnya, baik yang berarti dari, sebagian/termasuk, maupun yang bermakna di dan karena.

Adapun Teknik/Langkah-langkah yang dapat ditempuh pendidik dalam menjelaskan makna mufradat, adalah sebagai berikut (Muhbib; 2004) :

1.
Menunjuk/memperlihatkan (اشارةأوابرازاشياء ) benda atau sesuatu yang langsung berhubungan dengan kosakata yang sedang diperkenalkan atau diajarkan, seperti kataكرسى  dengan menunjuk kursi yang ada dekat  pendidik atau yang sedang diduduki peserta didik; dan kata قلم sambil memperlihatkan pena pendidik atau memegang dan mengangkat pena peserta didik. Jika bendanya tidak mungkin dihadirkan, pendidik dapat menggunakan gambar, membuat sket, ilustrasi dan sebagainya. 

2.
Dramatisasi (تمثيلالمعنى). Dalam hal ini memperagakan “membuka buku” untuk menjelaskan makna kata kerja يفتح - فتح atau menulis pelajaran pada papan tulis untuk menjelaskan makna kata  يكتب - كتب .

3.
Bermain peranan (لعب الدور). Dalam hal ini pendidik dapat memainkan peran sesuai dengan kosakata yang hendak diajarkan. Misalnya, pendidik memerankan orang yang sedang merasa kesakitan, untuk menjelaskan kata يحسّ بألمatau menjelaskan ungkapan مريضأنا . 

4.
Menyebutkan antonim  ( ذكرالمتضادات). Misalnya, ketika menjelaskan kata ساخن , pendidik dapat menyebutkan antonimnya, yaitu بارد  .

5.
 
Menyebutkan sinonim  ( ذكرالمترادفات). Misalnya ketika menjelaskan kata صمصام, pendidik dapat menyebutkan sinonimnya, yaitu سيف.

6.
Memberikan asosiasi makna ( تداعيالمعاني). Ketika menjelaskan kata عائلة  pendidik dapat memberikan asosiasi dengan menyebutkan kata-kata seperti  زوج, زوجة, أولاد, شقيقأخ, ... . hal ini penting dilakukan agar pikiran peserta didik tertuju kepada suatu pengertian, yaitu keluarga.

7.
Menyebut akar kata dan devirasinya (ومشتقاتهاذكرأصل الكلمة). Ketika menjelaskan kata مكاتبة , pendidik dapat menunjukan akar kata berikut beberapa devirasi atau yang menjadi turunannya, seperti كتب, كتاب, كاتب, مكتوب, ..., sehingga peserta didik berusaha memahaminya sesuai dengan konteks kalimatnya.

8.
Menjelaskan maksud atau pengertian kata melalui definisi, ciri-ciri, dan sebagainya. Misalnya, ketika berusaha memahamkan maknaكنيسة , pendidik dapat menyetakan يعبد ويصلّي فيه النصارىمكان . pendidik dapat juga menyebut nama yang bagi peserta didik langsung dapat difahami, seperti : "ريفوبليكا" جريدة, "موناس"برج  , "بوروبودور"معبد , وغيرها 

9.
 
Meminta peserta didik membaca berulang kali, terutama ketika mendapat kosakata baru dalam sebuah teks. Dengan beberapa kali membaca dan menerka kata tertentu dalam teks itu, niscaya maknanya dapat difahami.

10.
 
Membuka dan mencari makna kata dalam kamus (القاموسالبحث في).

11.
Menterjemahkan langsung ke dalam bahasa Ibu. Ini merupakan jalan pintas dan cara terakhir bila seluruh cara tidak dapat dilakukan dan peserta didik tidak juga memahaminya dengan baik. Pendidik diharapkan tidak “memanjakan” peserta didiknya dengan cara terakhir ini, karena hal ini dapat berdampak negatif terhadap perkembangan kebahasaan peserta didik, seperti malas berfikir, malas mencari dalam kamus, malas berasosiasi, dan sebagainya.

Hasil PILKADA CIAMIS 2013


CIAMIS–Sebanyak empat pasangan calon bupati/wakil bupati Ciamis memperebutkan 1.233.822 suara daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang digelar hari inim Minggu (22/9/2013)

Pasangan peserta Pilkada Ciamis tersebut memperebutkan juga suara dari Daerah Otonomi Baru Kabupaten Pangandaran sebanyak 307.766 orang dari jumlah DPT tersebar di 3.000 tempat pemungutan suara (TPS) di 36 kecamatan.

Calon Pemimpin Pemerintah Kabupaten Ciamis periode 2014-2019 itu terdiri dari nomor urut 1 Iing Syam Arifin (wakil bupati Ciamis saat ini)-Jeje Wiradinata diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan dan PPP.

Kemudian nomor urut 2 pasangan calon Bagus Arief Wiwaha-Akasah diusung Partai Demokrat. Pasangan nomor urut 3 Budi Kurnia-Mita Permatasari diusung PAN, PBB, PKB, PKS, Hanura dan Gerindra. Terakhir pasangan nomor urut 4 Heddy Suhendra-Yedi dari jalur perseorangan.
Sementara itu,  pelaksanaan pencoblosan mendapatkan pengamanan dari unsur petugas Linmas disekitar TPS dan kepolisian dibantu TNI.

Masyarakat pemilih berdatangan ke TPS untuk menyalurkan aspirasi memilih pemimpin Kabupaten Ciamis lima tahun kedepan, salah satunya di TPS 3, Desa/Kecamatan Sindangkasih.

Seorang warga pemilih, Ny Norma (27 tahun) berharap Pilkada Ciamis menghasilkan pemimpin yang amanah, peduli terhadap kepentingan rakyat dan tidak mementingkan partai politik atau kelompok.
“Bisa mendapatkan pemimpin yang amanah tidak mementingkan politik karena jika sudah terpilih akan menjadi tugas dan tanggung jawab yang hanya mementingkan kemajuan Ciamis,” kata wanita pengusaha makanan ringan khas Ciamis itu.

Pemimpin yang terpilih nanti, harap Norma memiliki kemampuan untuk menggali potensi Sumber Daya Alam dan mendorong pelaku usaha-usaha khas Kabupaten Ciamis.

“Pemimpin juga harus memperhatikan pengusaha makanan yang sudah menjadi ciri khas Ciamis dengan memberi fasilitas berupa bantuan alat dan pemasarannya,” katanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis, Kikim Tarkim menargetkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada Ciamis sebesar 73 persen atau sama seperti angka partisipasi masyarakat pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat.

“Mudah-mudahan saja partisipasi pemilih Pilkada Ciamis bisa sama seperti pemilihan gubernur sebesar 73 persen,” kata Kikim

Jumat, 04 Oktober 2013

20 Fakta dan Kehebatan Manfaat Puasa Ramadhan


Puasa tak hanya sekedar ibadah namun juga memberikan manfaat baik bagi tubuh kita. Berikut di antaranya:
  1. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.
  2. Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah rterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
  3. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi. Saat puasa terjdi perubahan dan konversi yang massif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan. Sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati.
  4. Puasa bisa menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Dalam kondisi tertentu, seorang pasien bahkan dibolehkan berpuasa, kecuali mereka yang menderita sakit diabetes yang sudah parah, jantung koroner dan batu ginjal. Puasa dapat menjaga perut yang penuh disebabkan banyak makan adalah penyebab utama kepada bermacam-macam penyakit khususnya obesitas, hiperkolesterol, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya.
  5. Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.
  6. Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu. Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.
  7. Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan member perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme local pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
  8. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi pengkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalani kenaikkan pesat. Perubahan aksidental lipoprotein yang berkepadatan rendah (LDL), tanpa diikuti penambahan HDL. LDL merupakan model lipoprotein yang meberika pengaruh stumulatif bagi respon imunitas tubuh.
  9. Pada pelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apobetta, menaikkan kadar apoalfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan seragan penyakit jantung dan pembuluh darah.
  10. Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.
  11. Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh ke dua testis.
  12. Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.
  13. Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya.
  14. Bahkan seorang peneliti di Moskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk sizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi resiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi
  15. Pikiran kita yang melambat ketika lapar, ternyata menjadi lebih tajam. Secara instingtif, bukti ilmiah ini bisa diterima terkait dengan fakta bahwa dalam banyak hal, masalah lapar adalah masalah kelanjutan hidup. Jadi wajar saja, jika rasa lapar membuat pikiran semakin tajam dan kreatif. Sekelompok mahasiswa di University of Chicago diminta berpuasa selama tujuh hari. Selama masa itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental mereka meningkat dan progres mereka dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai “remarkable”.
  16. Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam. Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa
  17. Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr. Ehret menyatakan bahwa untuk hasil yang lebih dari sekedar manfaat fisik, yaitu agar mendapatkan manfaat mental dari aktivitas berpuasa, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.
  18. Ilmuwan psikiater lainnya yaitu Dr. E.A. Moras, mengatakan bahwa seorang pasien wanitanya telah menderita sakit mental selama lebih dari delapan bulan. Wanita itu telah berobat kesana-kemari termasuk ke para ahli saraf dengan hasil kurang memuaskan. Ia memintanya untuk berpuasa. Wanita itu mengalami perbaikan kondisi mental, dan bahkan dinyatakan sembuh setelah berpuasa selama lima minggu. Di dalam otak kita, ada sel yang disebut dengan “neuroglial cells”. Fungsinya adalah sebagai pembersih dan penyehat otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini.
  19. Sebuah tulisan penelitian yang dilakukan Dr. Ratey, seorang psikiaters dari Harvard, mengungkapkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dr. Ratey melakukan penelitian terhadap mereka yang berpuasa dan memantau otak mereka dengan alat yang disebut “functional Magnetic Resonance Imaging” (fMRI). Hasil pemantauan itu menyimpulkan bahwa setiap individu obyek menunjukkan aktivitas “motor cortex” yang meningkat secara konsisten dan signifikan.
  20. Ilmuwan di bidang neurologi yang bernama Mark Mattson, Ph.D., seorang kepala laboratorium neuroscience di NIH’s National Institute on Aging. Dalam hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diet yang tepat seperti berpuasa, secara signifikan bisa melindungi otak dari penyakit de-generatif seperti Alzheimer atau Parkinson. Hasil penelitiannya menunjukkan, bahwa diet dengan membatasi masukan kalori 30% sampai 50% dari tingkat normal, berdampak pada menurunnya denyut jantung dan tekanan darah, dan sekaligus peremajaan sel-sel otak.

Kamis, 03 Oktober 2013

Penemuan Terbaru Cara Sepeda Terbang

 
Terbang dengan pesawat, jet pack, heli itu sudah biasa. Sekarang terbang dengan sepeda pun bisa dilakukan. Sepeda yang biasa kita kenal hanya untuk darat dan digerakkan dengan tenaga manusia dibuat terbang oleh ilmuwan dari tiga perusahaan Ceko. Kendaraan sehari-hari ini bisa dibuat terbang oleh mereka dengan mulus dan kelihatannya tidak berbahaya.

Penemuan teknologi terbaru ini merupakan prototype helicopter-bike dari tim yang terbentuk dari tiga perusahaan Ceko. Dengan tenaga angin melalui kipas yang melekat pada body sepeda mendorong sepeda bergerak keatas (terbang). Basik dari prototype ini tetaplah helikopter, sepeda hanya menjadi bodynya saja.

Sumber tenaga berasal dari baterai yang ada pada masing-masing baling-balingnya (mirip dengan kipas angin). Pedal kayuh sepeda sama sekali tidak berfungsi apa-apa ketika terbang, pengendaliannya juga dengan remot kontrol walau Anda membelokkan stang sepeda kekiri dan kekanan sepeda tidak akan berbelok. Ketika di uji coba di Prague, prototype ini bisa terbang selama lima menit dengan mulus. Ini seperti mengendalikan remote kontrol helicopter yang bodynya berbentuk sepeda. Mereka mengklaim kalau penerbangan tersebut aman dan tidak terlalu tinggi. Cukup mengagumkan melihat sepeda tersebut terbang apalagi berat sepeda tersebut lumayan, 95 kilogram. Ada dua baling-baling listrik di depan, dua di belakang dan masing-masing satu di sisi kanan dan kiri. Semua tenaga dari baling-baling ini bersumber dari baterai.

Mudah-mudahan ini bisa menjadi penemuan yang membantu manusia. Siapa tahu, nanti manusia bisa melakukan Tour De France dengan menggunakan sepeda ini, atau lomba sepeda jarak jauh dengan sepeda ini. Sangat membantu atlet karena atlet tidak perlu menggendong sepedanya bila melintasi area yang tidak bisa dilalui dari darat.