Tampilkan postingan dengan label RELIGION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGION. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2013

Islam adalah Agama yang Universal



  Tiada Kami mengutus Engkau (Muhammad), melainkan untuk seluruh umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

(Q.S. Saba[34] : 28)

Islam merupakan agama universal, ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan umat manusia yang berlaku di setiap tempat dan masa. Islam merupakan agama yang memiliki keseimbangan orientasi hidup, yaitu kehidupan dunia dan akhirat. Penamaan Islam sebagai agama, langsung diberikan oleh Allah melalui wahyu-NYA (Al-Quran). Sementara itu, pemberian nama agama lain yang berkembang di dunia senantiasa diidentifikasikan kepada orang atau tokoh yang membawa ajaran tersebut, atau daerah tempat agama itu lahir.

Universalisme Islam terintegritas dan terkodifikasi dalam akidah, syariah, dan akhlak. Antara satu dan yang lainnya terdapat nisbat atau hubungan yang salingberkaitan dan kesemuanya berfokus dan menuju pada keesaan Allah atau bertauhid. Ajaran tauhid inilah yang menjadi inti, awal, dan akhir dari seluruh ajaran Islam[ 1].

Islam itu sendiri, secara totalitas, merupakan suatu keyakinan bahwa nilai-nilai ajarannya adalah benar dan bersifat mutlak karena bersumber dari Yang Mahamutlak. Dengan demikian, segala yang diperintahkan dan diizinkan-Nya adalah suatu kebenaran, sedangkan segala sesuatu yang dilarang-Nya adalah kebatilan.

Di samping itu, Islam merupakan hukum atau undang-undang (syariah) yang mengatur tata cara manusia dalam berhubungan dengan Allah (vertikal) dan hubungan antarsesama manusia (horizontal). Di dalamnya mencakup dua bidang pembahasan, yaitu pertama bidang ibadah mahdah yang meliputi tata cara shalat, puasa, zakat, dan haji. Kedua, bidang ibadah ghair mahdah yang meliputi muamalat, munakahat, siyasat, jinayat, dan sebagainya. Sebagai standar dan ukuran dalam pelaksanaannya merujuk pada hukum yang lima yang disebut Ahkam Al-Khamsah, yaitu, wajib, haram, mubah, mandhub, dan makruh. Penerapan kelima hukum tersebut dalam kehidupan sehari-hari memiliki variasi dan pelaksanaannya bersifat fleksible melalui ijtihad yang disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan zaman. Aspek syariah ini disosialisasikan oleh aspek akhlak yang meliputi cara, tata kelakuan, dan kebiasaan dalam bersosialisasi dan berinteraksi, baik yang berhubungan dengan ekonomi, politik, berkeluarga, bertetangga, dan sebagainya.

Ketiga aspek tersebut dalam operasionalnya bersumber kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul. Dua pokok inilah yang mengatur kehidupan manusia dengan cermat, baik yang berhubungan dengan Allah, maupun yang berhubungan dengan sesama manusia dan alam sekitarnya. Kemudian dilakukan ijtihad untuk menetapkan hukum bagi persoalan-persoalan yang tidak terdapat secara eksplisit dalam Al-Quran dan sunnah Rasul, sebagai hasil ketetapan para ulama yang dikodifikasi dalam ilmu fiqih.

Seluruh ajaran tersebut, baik akidah maupun syariah dan akhlak, bertujuan membebaskan manusia dari berbagai belenggu penyakit mental-spiritual dan stagnasi berpikir, serta mengatur tingkah laku perbuatan manusia secara tertib agar tidak terjerumus ke lembah kehinaan dan keterbelakangan, sehingga tercapai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Sinkronitas dan integritas dari ketiga aspek tersebut, terlihat universalisme dan universalitas Islam dengan misinya sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia.

Atas dasar itulah, muncul diktum Islam sebagai agama yang sempurna. Kesempurnaannya terlihat dalam ajaran-ajarannya yang bersifat universal dan fleksible (luas dan luwes) serta mengharuskan terciptanya keseimbangan hidup antara duniawi dan ukhrawi, jasmani dan rohani. Sebab, kehidupan duniawi yang baik harus dijadikan media untuk mencapai kehidupan rohani yang baik. Sebaliknya, kehidupan rohani yang baik harus dijadikan media untuk memenuhi kehidupan jasmani yang baik, legal, dan halal serta di bawah ridha Allah. Oleh karena itu, Islam merupakan kekuatan hidup yang dinamis, juga merupakan suatu kode yang sesuai dan berdampingan dengan tabiat alam, dan merupakan kode yang meliputi segala aspek kehidupan insani.

Salah satu ciri yang menonjol dalam konsep Islam adalah adanya prinsip keseimbangan (Yin-Yang) dan keharmonisan hidup. Islam adalah agama lahir dan batin, serta agama dunia dan akhirat. Keharmonisan ini karena Islam sesuai dengan bentuk dan jenis penciptaan alam raya yang menggambarkan keseimbangan, seperti yang diungkapkan Al-Quran dengan istilah Fithrah karena sifat fithrah itu sendiri adalah seimbang atau harmoni. Langit dan bumi adalah ciptaan Allah yang seimbang sehingga dapat terjadi harmoni di alam raya, seperti matahari, bulan, planet-planet yang menjadikan bumi berputar secara teratur dan melahirkan iklim dan cuaca yang seimbang sehingga layak dihuni manusia.

Keseimbangan ini merupakan ciri fithrah Allah pada umumnya. Demikian pula dengan fithrah manusia yang seimbang antara fisik dan jiwa, lahir dan batin, akal dan hati, sebagaimana dalam alam, ada langit dan bumi, siang dan malam, dan sebagainya. Kelestarian alam dan manusia juga terletak pada keseimbangan. Bumi akan tetap ada apabila antara daratan dan lautan, dataran rendah dan gunung-gunung tetap seimbang. Keseimbangan di bumi akan menyeimbangkan pula daya tarik menariknya dengan planet-planet lain sehingga tidak terjadi benturan yang dapat menghancurkan segalanya. Demikian pula, keseimbangan pada diri manusia. Manusia akan tetap terjaga kesehatannya apabila terjaga keseimbangannya antara bekerja dan istirahat, lahir dan batin, akal dan hati, bekerja dan ibadah, dunia dan akhirat[ 2].

Keseimbangan dan keharmonisan ajaran Islam mengandung implikasi bahwa Islam selalu berada pada garis tengah, tidak ekstrim pada salah satu pandangan, tidak materialistis, dan tidak pula sosialis. Islam memandang hidup secara utuh dan seimbang antara realita dan idealita. Kehadiran Islam menjadikan umatnya sebagai saksi yang berada di garis tengah terhadap seluruh realitas kehidupan.

Berbeda dengan agama lainnya yang memisahkan hidup manusia secara tegas bahwa agama hanya berkaitan dengan masalah penyembahan saja. Islam tidak hanya mengetengahkan urusan individu penganutnya, melainkan juga urusan masyarakat, negara, bahkan hubungan antarbangsa.

Islam tidak membedakan ras, suku, dan bangsa. Ia diturunkan Allah untuk seluruh manusia dari bangsa dan golongan mana pun. Orang-orang Barat sering kali menyamakan Islam dengan Arab, seolah-olah Islam itu sama dengan Arab. Padahal keterkaitan Islam dengan Arab hanya terbatas pada sejarah dan bahasa, yaitu Nabi Muhammad SAW., pembawanya, dari Arab dan Al-Quran sebagai kitab sucinya diturunkan Allah dalam bahasa Arab. Di luar itu, Islam tidak identik dengan Arab. Ajaran Islam mendorong lahirnya umat multiras, etnik, dan golongan, tetapi memiliki satu kebanggaan yang menyatukan semuanya. Ikatan yang memperkokoh kesatuan dirinya adalah tauhid. Oleh karena itu, perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka jika mereka konsisten tidak akan melahirkan perpecahan.

Islam mengembangkan kesatuan dan kesamaan, baik kesetaraan gender maupun ras dan etnik. Oleh karena itu, Islam sangat membenci diskriminasi gender dan diskriminasi rasial. Konsep persamaan yang terkandung dalam ajaran Islam melahirkan sikap saling menghargai (demokrasi) yang menjadi salah satu ciri umat Islam. Menghargai orang lain, baik fisik, kondisi maupun pendapatnya juga merupakan salah satu ciri dari demokrasi. Saling menghargai dalam tatanan umat Islam merupakan suatu keharusan yang menjadi ciri dalam komunikasi sehari-hari.

Umat Islam bukanlah kelompok yang tertutup (ekslusif), tetapi kelompok yang sangat terbuka terhadap pihak lain bahkan terhadap perubahan-perubahan yang datang dari luar sepanjang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Ajaran Islam sangat adaptif terhadap budaya masyarakat, bahkan pada waktu tertentu dapat mengadopsi nilai-nilai budaya (urf) sebagai bagian dari ajaran Islam. Dengan demikian, umat Islam merupakan masyarakat yang terbuka dan dinamis serta selalu berorientasi pada masa depan yang lebih baik tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi dasar pijakannya.

Agama Islam adalah agama yang menebarkan perdamaian, persaudaraan, dan persamaan. Oleh karena itu, hal-hal yang dapat menjadi pemicu lahirnya ketidakstabilan dan permusuhan antar manusia harus dihindari. Salah satu yang tidak diperkenankan dalam ajaran Islam adalah pemaksaan satu kelompok kepada kelompok lain. Agama bagi Islam adalah keyakinan yang harus datang dari kesadaran diri terhadap eksistensi dan kekuasaan Tuhan. Apa yang baik dan buruk sudah sangat jelas diperlihatkan Allah dalam ayat-ayat-NYA, baik yang tersurat dalam Al-Quran maupun yang tersirat dalam alam ciptaan Tuhan. Manusia tinggal melihat, memahami, mempercayai dan meyakininya melalui proses berpikir yang benar. Islam mendorong umatnya untuk bekerjasama dalam berbagai segi kehidupan dengan siapa saja, termasuk dengan umat beragama lain sepanjang kerja sama dilakukan untuk kebaikan. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang harus berusaha untuk saling menguntungkan dan tidak melanggar hukum. Umat Islam dituntut untuk melakukannya dengan baik dan adil.

DR. Aidh Al-Qarni dalam bukunya yang berjudul LA TAHZAN (JANGAN BERSEDIH!), menyatakan, Sungguh menderita manusia yang tidak memahami Islam dan tak mendapat petunjuk untuk memeluknya. Islam membutuhkan promosi dari kaum muslimin dan orang-orang yang mendukungnya. Islam butuh iklan yang mendunia. Sebab Islam adalah sebuah kabar agung. Dan seruan kepada Islam, hendaknya sesuatu yang bermutu: bernilai tinggi, sistematis dan penuh daya tarik. Sebab kebahagiaan manusia tak akan ditemukan, kecuali dalam agama yang benar dan abadi ini. Manusia zaman sekarang kerap bingung. Mereka sangat membutuhkan agama yang agung ini agar mereka bisa menikmati rasa aman, kedamaian dan ketenangan.

Dr. Ahmad Al-Mazyad : Islam adalah satu-satunya agama yang telah menggariskan metode kehidupan secara utuh. Di dalamnya diatur segala urusan dan segala aspek kehidupan. Ia bukan metode bikinan manusia yang mengandung unsur benar dan salah, akan tetapi metode Illahi yang dapat mengantarkan orang yang mengikutinya kepada kebahagiaan, ketenangan, dan ketentraman jiwa di dunia, serta sukses meraih surga dan menggapai kenikmatan abadi pada hari kiamat. Allah SWT. Berfirman : Kami tidak menyia-nyiakan sesuatupun dalam al-Kitab (Al-Quran)

Drs. H. Syafruddin Amir, MM menulis dalam bukunya yang berjudul HIV/AIDS dalam solusi Islam : Sejak lama berbagai solusi telah dikeluarkan untuk mengatasi gerak laju HIV/AIDS. Bagi mereka yang berisiko tinggi melalui kontak seksual, disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Solusi ini mengundang kontroversi karena dianggap melegalkan perzinaan. Bahkan, pakar kejiwaan, seperti Prof. Dr. Dadang Hawari, terkenal gencar menentang solusi tersebut. Dalam salah satu pernyataannya, ia mengatakan bahwa virus HIV lebih kecil dibandingkan pori-pori kondom. Adapun bagi pengguna narkotika suntik, kerapkali didengung-dengungkan solusi bahwa penggunaan jarum suntik tidak dilakukan secara bersama-sama. Jarum suntik hanya boleh digunakan oleh pribadi yang bersangkutan. Namun, sekali lagi solusi ini juga mengundang kontroversi karena bagaikan mengesahkan penggunaan narkotika di kalangan masyarakat. Di luar tingkat keberhasilannya, sejatinya kedua solusi tersebut hanya berjangka pendek. Ibarat pohon yang terkena parasit, hanya dipotong dahan dan dedaunannya yang tampak kering, tidak keseluruhannya, tidak juga mencapai akar-akarnya sehingga tak heran apabila bagian lain pun bisa segera terkena parasit. Berbagai solusi telah ditawarkan, baik oleh para cendekiawan maupun ahli medis bahwa untuk mengatasi penyebaran dan gerak laju HIV/AIDS, seperti yang telah diuraikan tadi, mulai dari penggunaan kondom bagi yang berisiko tinggi, menghindari penggunaan jarum suntik secara bersama-sama bagi pengguna narkoba, hingga berbagai alternative lainnya. Namun, hal itu selalu saja mengundang kontroversi dan perbedaan sudut pandang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Sekali lagi, solusi yang ditawarkan tersebut jelas tidak menyentuh akar masalah yang dihadapi, tetapi hanya bersifat jangka pendek. Padahal, solusi yang dibutuhkan adalah bagaimana caranya menghindarkan masyarakat dari penyakit HIV/AIDS tersebut dengan pola hidup yang baik, benar, beradab, bukan memberi solusi dengan memunculkan masalah baru. Misalnya, menggunakan kondom mungkin aman, tetapi apa jadinya kalau prostitusi malah semakin menjadi-jadi. Atau, menggunakan jarum suntik hanya untuk pribadi dan sekali pun memang aman, namun bagaimana jika dengan hal itu penggunaan narkoba jenis suntik malah menjadi marak. Belum lagi kita bisa memperoleh vaksin atau obat yang bisa mengatasi HIV/AIDS, masalah sosial baru sudah pasti akan timbul. Dalam hal ini, untuk mengatasi sesuatu, harus dicari faktor penyebab utamanya. Karena itu, di sinilah titik tolak solusi itu ditawarkan. Jika faktor penyebab itu tidak dikaji lebih dulu, tindakan apa pun yang dilakukan hanya akan bersifat sementara. Kita lihat bahwa sebagian besar penyebab HIV/AIDS adalah karena berhubungan seks di luar nikah atau faktor berzina. Karena itu, upaya untuk menanggulanginya yang efektif adalah mencegah perzinaan itu sendiri. Mustahil dapat diatasi jika zina itu mewabah di tengah-tengah masyarakat, apabila dilegalkan dengan membuat lokalisasi. Karena itu, sebaiknya kita mencegahnya daripada mengobati. Artinya, menghilangkan sebab lebih baik dari mengobati penyakit yang diakibatkan oleh sebab itu sendiri

Ary Ginanjar Agustian dalam bukunya yang berjudul ESQ, menulis : Prinsip-prinsip yang tidak Fitrah umumnya berakhir dengan kegagalan, baik kegagalan lahiriyah ataupun kegagalan batiniah. Dunia telah membuktikan bahwa prinsip yang tidak sesuai dengan suara hati atau mengabaikan hati nurani, hanya mengakibatkan kesengsaraan atau bahkan kehancuran. Prinsip-prinsip buatan manusia itu sebenarnya adalah suatu upaya pencarian dan coba-coba manusia untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya. Mereka umumnya hanya memandang suatu tujuan dari sebelah sisi saja, tidak menyeluruh, sehingga akhirnya menciptakan suatu ketidakseimbangan, meskipun pada akhirnya keseimbangan alam telah terbukti menghempaskan mereka kembali. Mereka biasanya merasa paling benar, tanpa menyadari bahwa sisi lain dari lingkungannya yang juga memiliki prinsip yang berbeda dengan dirinya. Hanya berprinsip pada sesuatu yang abadilah yang akan mampu membawa manusia ke arah kebahagiaan hakiki. Berprinsip dan berpegang teguh pada sesuatu yang labil, niscaya akan menghasilkan sesuatu yang labil pula

Dr. H. Syamsu Yusuf, LN. M.Pd. dalam bukunya yang berjudul MENTAL HYIGIENE Pengembangan Kesehatan Mental dalam Kajian Psikologi dan Agama menulis : Terkait dengan dampak ditinggalkannya agama terhadap kehidupan manusia, Tarmizi Taher dalam ceramahnya yang berjudul Peace, Prosperity, and Religious Harmony in The 21 century: Indonesian Muslim Perspektives di George town AS, mengemukakan bahwa akibat disingkirkannya nilai-nilai agama dalam kehidupan modern, kita menyaksikan semakin meluasnya kepincangan sosial, seperti : merebaknya kemiskinan, dan gelandangan di kota-kota besar; mewabahnya pornografi dan prostitusi; HIV/AIDS; meratanya penyalahgunaan obat bius, kejahatan terorganisasi, pecahnya rumah tangga hingga mencapai 67 % di negara-negara modern; kematian ribuan orang karena kelaparan di Afrika dan Asia, di tengah melimpahnya barang konsumsi di sementara bagian belahan dunia utara (Suara Pembaharuan, 27 Nopember 1997).

Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA (Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama RI), mengatakan : Agama adalah Solusi yang tepat bagi penanganan Korban narkoba. Penanggulangan masalah moral, sosial, dan kemanusiaan melalui program berbasis agama adalah solusi paling baik dan tepat untuk dilakukan dalam kondisi apa pun. Karena agama menjadi faktor penting dalam membangun watak, kepribadian dan kesalehan bagi umat manusia

RM. Lambertus Somar MSC : Recovery plan (rencana perawatan) pecandu perlu holistik, menyangkut raganya, mentalnya, rohaninya, dan sosialnya. Agama menyentuh manusia dalam dimensi rohaninya dan mengarahkannya kepada Tuhan serta hidup selepas kematian. Agama menawarkan syalom atau kepenuhan damai sejahtera yang mencakup masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang, termasuk hidup pasca dunia. Spiritualitas memberikan artikulasi pada pengkhayatan nilai-nilai hidup dan sekaligus determinasi untuk merubah diri

Carl G. Jung (Ahli Psikoanalisis dari Jerman) mengemukakan sebagai berikut : Selama tiga puluh tahun yang lalu, pribadi-pribadi dari berbagai bangsa di dunia telah mengadakan konseling denganku dan akupun telah banyak menyembuhkan pasien, tidak kudapatkan seorang pasien pun diantara pasien yang telah berada pada penggal kedua umur mereka, yakni dari 35 tahun yang problem esensialnya bukan kebutuhan akan wawasan agama tentang kehidupan.

Arnold Toynbee (sejarawan Inggris) mengemukakan bahwa krisis yang diderita orang-orang Eropa pada jaman modern ini pada dasarnya terjadi karena kekeringan rohaniah, dan terapi satu-satunya bagi derita yang sedang mereka alami ialah kembali kepada agama.

Zakiah Daradjat (1982 : 58) mengemukakan bahwa apabila manusia ingin terhindar dari kegelisahan, kecemasan, dan ketegangan jiwa serta ingin hidup tenang, tentram, bahagia dan dapat membahagiakan orang lain, maka hendaklah manusia percaya kepada Tuhan dan hidup mengamalkan ajaran agama. Agama bukanlah dogma, tetapi agama adalah kebutuhan jiwa yang perlu dipenuhi.

Henry Link (ahli ilmu jiwa Amerika) menyatakan bahwa berdasarkan pengalamannya yang lama dalam menerapkan percobaan-percobaan kejiwaan atas kaum buruh dalam proses pemulihan dan pengarahan profesi, ia mendapatkan bahwa pribadi-pribadi yang religius dan sering mendatangi tempat ibadah menikmati kepribadian yang lebih kuat dan baik ketimbang pribadi-pribadi yang tidak beragama yang sama sekali tidak menjalankan suatu ibadah

Shelley E. Taylor (1994 : 227) mengemukakan beberapa hasil penelitian para ahli tentang dampak positif agama, atau keimanan kepada Tuhan terhadap kesehatan mental dan kemampuan mengatasi stress, yang diantaranya sebagai berikut :
1.      Palaotzian & Kirkpatrick (1995) mengemukakan bahwa agama (keimanan) dapat meningkatkan kesehatan mental dan membantu individu untuk mengatasi stress.
2.      Elisson (1991) mengemukakan bahwa agama dapat mengembangkan kesehatan psikologis banyak orang. Orang-orang yang kuat keimanannya kepada Tuhan lebih bahagia dalam hidupnya, dan lebih sedikit mengalami dampak negatif dari peristiwa kehidupan yang traumatik dibandingkan dengan orang-orang yang rendah keimanannya kepada Tuhan (tidak melaksanakan ajaran agama)
3.      Koenig dkk (1988) mengemukakan bahwa banyak orang yang secara spontan melaporkan bahwa agama sangat menolong dirinya pada saat mengatasi stress.
4.      McIntosh dkk (1993) telah melakukan penelitian terhadap para orang tua yang kehilangan anaknya, karena kematian secara tiba-tiba, dengan melihat dua hal, yaitu : keyakinannya bahwa agama sebagai sistem keyakinan dan keaktifannya di gereja. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka dapat menerima kenyataan tersebut secara wajar. secara lebih khusus, mereka mendapatkan dukungan sosial, dan lebih mampu mengambil hikmah (makna) dari peristiwa kehilangan tersebut.
5.      McCullough dkk (2000) mengemukakan bahwa keyakinan beragama dapat memperpanjang usia.
6.      Seybold & Hill (2001) agama itu bukan hanya sebagai bagian hidup yang bermakna, tetapi juga memberikan keuntungan dalam mengembangkan mental yang sehat.


Berdasarkan pendapat-pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa agama mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan mental individu. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa individu tidak akan mencapai atau memiliki mental yang sehat tanpa agama.

Ibnu Al-Qayyim : Ada hal lain dari petunjuk Rosul, yang bila dibandingkan dengan ilmu kedokteran tenaga medis pada umumnya, seperti perbandingan ilmu kedokteran dengan ilmu pengobatan orang-orang awam. Hal ini sudah diakui oleh kalangan cerdik pandai dan tokoh-tokoh ilmu kedokteran yang ada. Sebagian di antara mereka menyatakan bahwa ilmu kedokteran yang mereka miliki adalah analogi. Ada juga yang berpendapat bahwa ilmu kedokteran mereka adalah eksperimen. Ada juga yang berani mengatakan bahwa ilmu kedokteran mereka adalah wangsit dan prediksi yang tepat. Ada juga yang menyatakan bahwa banyak dari ilmu kedokteran diadopsi dari hewan ternak. Seperti yang kita lihat bahwa kucing-kucing hutan apabila sempat memakan binatang-binatang beracun segera mendekati pelita dan menjilati minyaknya untuk mengobati dirinya. Kita juga bisa melihat ular yang baru keluar dari dalam tanah kalau pandangan matanya kabur, segera mendekati daun razyang lalu mengelebatkan matanya di depan daun tersebut. Seperti juga seekor burung yang suhu tubuhnya terlalu panas segera membenamkan diri ke dalam laut. Dan banyak lagi contoh lain yang disebutkan dalam dasar-dasar ilmu kedokteran. Bagaimana mungkin semua teori kedokteran semacam itu bisa dibandingkan dengan wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Rosul-NYA yang menjelaskan apa yang mendatangkan manfaat dan mendatangkan bahaya. Perbandingan antara ilmu kedokteran yang mereka miliki dengan wahyu seperti perbandingan antara ilmu-ilmu yang mereka miliki dibandingkan dengan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh para nabi. Bahkan ajaran para nabi mengandung unsur pengobatan terhadap banyak penyakit yang belum bisa diungkap oleh otak para pakar ilmu kedokteran terhebat sekalipun; belum bisa dicapai oleh pengetahuan, eksperimen dan analogi mereka. Yakni pengobatan penyakit hati dan penyakit ruhani, memperkuat ketahanan jiwa, rasa bersandar dan tawakal kepada Allah, berpulang kepada hukum-NYA, merendahkan diri di hadapan-NYA, selalu bersedekah, berdoa, bertaubat, istighfar, berbuat baik kepada sesama, menolong orang susah, menghilangkan kesulitan orang lain dan sebagainya. Semua bentuk pengobatan ini telah dicoba oleh berbagai bangsa dengan segala jenis agama mereka, ternyata mereka mendapatkan bentuk-bentuk pengobatan semacam itu memiliki pengaruh untuk kesembuhan dalam batas yang tidak pernah dicapai pengetahuan medis di kalangan dokter dengan segala eksperimen dan analogi mereka.

Mengikuti Jalan Islam tidak sesulit yang dibayangkan oleh orang-orang. Banyak pula orang-orang Barat yang kita kagumi nasihatnya disadari atau tidak ternyata mereka juga mengembangkan ajaran Islam. Contohnya adalah seperti cerita nara sumber buku Mukjizat Gerakan Sholat, Steven Covey mengembangkan 7 kebiasaan yang sangat efektif dalam meningkatkan kualitas hidup kita, bahkan sekarang telah menjadi 8, dengan tambahan Keagungan sebagai habit yang menembus wilayah Illahiyah. Kursus yang menghabiskan biaya besar ini pernah diikuti nara sumber, dan dapat sertifikat serta plakatnya, ternyata sangat sederhana dan membuat kita menjadi malu, karena sama persis dengan ajaran Islam.

Gerakan mengangkat kedua tangan- takbirotul ihram dalam sholat apabila dikembangkan ternyata hasilnya sangat baik untuk mengembalikan dan membangkitkan semangat seperti bagian dari teknik guncang bumi-nya Tung Desem Waringin. Jika kita mencari kebaikan dan kebenaran, pasti akhirnya sesuai dengan ajaran Islam. Islam adalah agama Universal dan untuk segenap manusia. mungkin Penjelasan satu ayat Al-Quran atau Hadis Nabi yang membingungkan di suatu negeri, ada di negeri yang lain, ada di suku bangsa lain, atau ada di manusia yang lain. Karena itu kita harus saling mengenal. Misalnya, untuk mengetahui bahwa pengamalan ajaran Islam menyehatkan Fisik, mental dan lingkungan hidup, salah satu caranya adalah mempelajari ilmu kedokteran Tiongkok terutama Teori Wu Sing.

Belajar kepada yang kita anggap cendekiawan Muslim, bukan berarti kita bebas dari penyesatan. Belajar kepada non Muslim, bukan berarti mereka selalu dalam kesesatan; biasanya hanya aqidahnya saja yang kurang tepat. Hanya saja kita tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadist (Sunnah). Al-Quran hanya setebal satu buku tapi membahas segalanya dan satu Hadist hanya sependek bait. menurut saya, memang sengaja dibuat begitu agar kita mau bersatu untuk mempelajari, memahami, mengembangkan, dan berusaha mencari penjelasannya dengan menjadikan Al-Quran dan Hadist sebagai penuntun.

Bagi non muslim yang ingin mengetahui lebih banyak informasi tentang Agama Islam, silahkan mengunjungi www.mualaf.com,  www.muslimtionghoa.com, Atau Yayasan H Karim Oei yang beralamat di Jl Lautze 87 89 Pasar Baru Jakarta Pusat. No. Telepon 021-629-6086 dengan Ibu Hj. Anna

[ 1] James Arthur Ray pernah tampil bersama dan melakukan presentasi bersama para ahli keberhasilan dan peningkatan diri yang paling hebat di Amerika Serikat- termasuk orang-orang terkemuka seperti : Zig Ziglar, Robert Schuller, Robert Kiyosaki, Tonny Robbins, Brian Tracy, Denis Waitley, Harv Eker, Howard Putnam, Jack Canfield, dan Jhon Gray. Dalam bukunya yang berjudul The Science of Success Rahasia sukses dengan memanfaatkan hukum-hukum universal, menulis : Saya telah mencari prinsip-prinsip yang membuat orang-orang berhasil, sehingga kita semua dapat menggunakan prinsip-prinsip itu agar kita menjadi orang yang kita inginkan, untuk memberikan konstribusi unik kita kepada dunia, dan untuk menjalani kehidupan yang sesuai dengan impian kita. Saya telah menghabiskan dua puluh tahun untuk mempelajari beberapa dari orang-orang yang paling berhasil di dunia : orang-orang yang berhasil bukan hanya secara finansial dan dalam bisnis, tetapi juga dalam kehidupan pribadi, sosial, dan spiritual. Saya membaca segala sesuatu yang saya dapatkan, dari naskah-naskah kuno sampai filsafat, psikologi, spiritualitas kontemporer, dan bahkan fisika kuantum. Karunia saya adalah menjadi seseorang yang menyatukan dan mengajarkan. Saya telah menerima semua informasi dan melakukan riset ini, dan memperhatikannya dari sudut kehidupan orang-orang yang berhasil dan pengalaman saya sendiri bekerja dengan orang-orang. Buku The Science of Succsess adalah hasilnya. Ilmu sukses membuat prinsip-prinsip universal keberhasilan menjadi tersedia bagi semua orang dan praktis. Setiap orang di atas muka bumi ini dapat menerapkan ilmu ini, dan ilmu ini akan membuat mereka berhasil setiap saat. Itu karena Ilmu sukses bekerjasama dengan hukum universal, hukum yang mendasar dan kuat sama seperti hukum gravitasi. Jika Anda menggunakan hukum ini, saya jamin Anda akan berhasil- setiap waktu, dan dalam usaha apa pun yang Anda lakukan- sama pastinya dengan sebuah pensil akan jatuh ke bawah dan bukan ke atas ketika Anda melepaskannya. Orang-orang yang menang dan sukses secara konsisten menerapkan hukum dan prinsip-prinsip ini, baik secara sadar maupun tidak. Setelah Anda memahami Ilmu sukses, Anda dapat memilih menggunakannya secara sadar. Dengan demikian, Anda menjamin keberhasilan Anda.

[ 2] Kesehatan dan kebahagiaan adalah hasil dari hidup selaras dengan alam, sementara penyakit adalah akibat dari tindakan, pikiran, dan hidup dalam pola yang tidak selaras. Jika, karena kemauan kita, kita memilih untuk tidak selaras dengan lingkungan kita, penyakit akan terjadi sebagai suatu proses alamiah untuk memulihkan keseimbangan. Oleh karena itu, cara paling fundamental untuk menyembuhkan penyakit adalah mengembalikan diri kita ke arah kondisi yang selaras dengan alam semesta (Michio Kushi, Pakar Makrobiotika Dunia)

Kesombongan, Dosa yang Paling Sulit di Hindari



Sesungguhnya mudah bagi seseorang meninggalkan dosa-dosa besar, namun ada beberapa dosa yang bersifat halus dan tersembunyi sehingga tidak disadari seseorang, atau kalau pun yang bersangkutan menyadarinya tetap saja sulit baginya untuk membuangnya. Sebagai contoh, demam typhus yang merupakan penyakit berat yang diikuti demam tinggi, bisa segera diobati dengan obat yang tepat, tetapi tuberkulosa yang bekerja diam-diam tak terlihat malah lebih sulit pengobatannya. Begitu juga dengan dosa-dosa halus yang tersembunyi dengan akibat manusia bersangkutan tidak bisa mencapai derajat keruhanian yang luhur. Bentuknya adalah dosa-dosa akhlak yang menimbulkan gangguan dalam kehidupan sosial. Perbedaan sedikit saja dalam status sosial telah menimbulkan kedengkian, kebencian, kecemburuan, kemunafikan dan ketakaburan dimana seseorang lalu memandang rendah saudaranya. Kalau ada seseorang yang melakukan shalat secara patut selama beberapa hari dan orang-orang memujinya karena itu, ia lalu menjadi korban kesombongan dan rasa harga diri tinggi sehingga kehilangan ketulusan yang sebenarnya menjadi tujuan pokok daripada peribadatan.

Jika Allah s.w.t. mengaruniakan kekayaan, pengetahuan, status sosial yang tinggi atau kehormatan, orang cenderung mulai memandang rendah saudaranya yang lain yang tidak memperoleh karunia tersebut. Bila karena sifat keras kepala atau rasa permusuhan, hubungan seseorang dengan saudaranya menjadi buruk, biasanya ia cenderung menyibukkan dirinya siang dan malam mencari-cari kesalahan saudaranya atau mengadukannya kepada yang berwenang dengan cerita kelemahan yang dikarang-karang agar ia bisa menggantikan posisi saudaranya itu, padahal ia sendiri yang mempunyai kelemahan dimaksud.

Semua itu merupakan dosa-dosa tersembunyi yang sulit dibuang. Sifat takabur/kesombongan termasuk di dalamnya dan dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Para pemuka agamapun juga ada yang menderita penyakit ini berkaitan dengan pengetahuan yang dimilikinya.  Mereka menyibukkan diri sepanjang waktu mencari-cari kesalahan satu sama lain di bidang intelektual dengan tujuan mempermalukan dan merendahkan yang lainnya. Sulit sekali mengenyahkan dosa-dosa halus seperti itu padahal termasuk dosa yang tidak diampuni menurut kaidah Ilahi.

Tidak hanya manusia awam yang terjangkiti dosa ini, karena juga terdapat pada orang-orang yang biasa menghindari dosa-dosa umum serta dipandang sebagai ulama, cendekiawan atau mereka yang berderajat tinggi. Terhindarnya dari dosa-dosa tersembunyi tersebut bagaikana sejenis kematian. Sampai seseorang lepas dari kegelapan dosa demikian maka ia tidak akan pernah mencapai kesucian nurani dan menjadi pewaris dari segala anugerah dan keluhuran yang dikaruniakan Allah s.w.t. kepada mereka yang telah disucikan kalbunya.

Beberapa orang menganggap dirinya telah lepas dari keburukan akhlak demikian, tetapi ketika mereka bertemu dengan orang lainnya, langsung saja mereka bangkit dan tidak mampu menekan perasaan memandang diri lebih serta ketakaburan mereka dengan memperlihatkan manifestasi akhlak rendah yang mereka kira telah mereka tinggalkan. Pada saat seperti itulah akan terlihat bahwa mereka sebenarnya belum lepas dari dosa-dosa dimaksud dan belum memperoleh kemaslahatan serta masih jauh dari tingkat kesucian kalbu yang menjadi ciri dari orang-orang muttaqi.

Semua ini menunjukkan bahwa kesucian akhlak adalah suatu hal yang sangat sulit dicapai dan tak mungkin diperoleh tanpa rahmat Allah s.w.t. Rahmat demikian bisa diperoleh dengan tiga cara, yaitu, pertama, berusaha dan berencana, kedua, shalat dan berdoa, dan ketiga, memelihara silaturrahmi dengan seorang yang muttaqi. (Khutbah-khutbah, hal. 17-18).

Senin, 11 November 2013

12 Orang yang di Doakan oleh Malaikat

“Sebenarnya malaikat-malaikat itu adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya, dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafaat melainkan kepada orang- orang yang di ridhai Allah, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya”(QS-21:26-28)

Ada banyak aktifitas di muka bumi ini yang kita lakukan, senantiasa didoakan oleh para malaikat diantaranya :

1. Orang yang tidur dalam keadaan suci. 
Malaikat akan mendoakan orang yang senantiasa berwudhu manakala ia hendak tidur. Imam Ibnu Hibban  meriwayatkan dari Abdullah bin Umar  ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘ Ya Allah , ampunillah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’ (hadits ini di shahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih At Targhib wat TarhibI/27).

2.   2. Orang yang duduk menunggu sholat.
Seseorang yang rela mengorbankan waktunya untuk tetap berada dalam Masjid dalam keadaan suci (menjaga wudhunya) demi menunggu waktu sholat , maka malaikat akan mendoakannya. Imam muslim  meriwayatkan dari Abu Hurairah ra , Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Tdaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu sholat , selama ia dalam keadaan suci , kecuali para malaikat akan mendoakannya “Ya Allah , ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia”(Shahih Muslim no.469) 

3. Orang-orang yang berada di shaf (barisan) bagian depan di dalam sholat.
Imam Abu Dawud ( dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin  ‘Azib ra , Bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-irang ) yang berada pada shaf-shaf terepan “(hadist ini dishahihkan oleh Syekh Al Albani  dalam Shahih  Sunan  Abi Dawud 1/130). 

4. Orang-orang yang menyambung shaf ( tidak membiarkan kekosongan didalam shaf)
Orang yang ketika dalam sholat berjamaah tidak membiarkan shaf yang di depannya kosong (dia maju untuk mengisi ) , maka para malaikat pun akan mendoakannya. Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra , bahwa Rasulullah SAW bersabda ,” Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya selalu bersholawat kepada orang-orang yang menyambung  shaf-shaf.”(hadist ini dishaihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272) .

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang imam selesai membaca  Al Fatihah.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah  ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika sesorang  Imam membaca ‘gharil maghdhubi’alahim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’ karena barang siapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”( Shahih Bukhari no. 782) 

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bersholawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat dimana ia melakukan sholat , selama ia belum batal wudhunya,(para malaikat) berkata , ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’( Al  Musnad no. 8106), Syakh Ahmad Syakir menshahihkan hadist ini ) 

7. Orang –orang yang melakukan sholat shubuh dan ‘Ashar secara berjamaah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat(yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh ) naik (kelangit ) , dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat ashar) naik(ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal , lalu Allah bertanya kepadamereka, Barang kalian meninggalkan hambaku?, mereka menjawab “Kami kami dating sedangkan mereka sedang melakukan sholat  dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada harti kiamat”(Al Musnad no.9140), hadist ini dishahihkan oleh Syakh Ahmad Syakir) 

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda ra , bahwa sayna Rosulullah SAW bersabda,” Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan di kabulkan. Pada kepalanya ada sorang malaikat yang menjadi wakil baginya,setiap kali dia berdoauntuk saudaranya dengan sebuah kebaikan , aka malaikat tersebut berkata ‘Amin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan” (Shahih Muslim no. 2733) 

9. Orang-orang yang berinfaq.
Imam Bukhari dan Imam Muslimmeriwayatkan dari Abu Hurairah ra , bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Tidak satu haripun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya , salah satu diantaranya  berkata, “Ya Allah , berilah gatni bagi orang yang berinfaq “. Dan lainnya berkata , Ya Allah, Hancurkanlah harta orang yang pelit”(Shahih Bukhari no.1442 dan Sahih Muslim no. 1010) 

10. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya Allha dan para malaikat-Nyabershalawat kepada orang-orang yang makan sahur”(hadist ini dishahihkan oleh Syakh Al Alba dalam Shahih At Tatghiib wat Tarhiib I/519) 

11. Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra , bahwa Rosulullah SAW bersabda,” Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutuskan 70000 malaikat untuknya yang akan bersholawat kepadanya diwaktu siang dan kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga subuh “(Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”) 

12. Seseorang yang mengerjakan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra, bahwa Rosulullah SAW bersabda, “ Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutaaan atas seorang yang paling rendah  diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi , bahkan semut yang didalam lubangnya dan bahkan ikan , semuanya bersholawat kepada orang yagng mengerjakan kebaikan kepada kepada rang lain “(dishahihkan oleh Syakh Al Albani dalam kitab Shahih  At Rirmidzi II/343)


Kamis, 07 November 2013

12 KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD



“Jika matahari sudah terbenam, aku gembira dengan datangnya malam dan manusia tidur karena inilah saat hanya ada Allah dan aku.”

Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajud. shalat tahajud adalah shalat yang sangat mulia. Keajaiban melaksanakan shalat tahajud telah tercatat dalam alquran. Ada beberapa keajaiban shalat tahajud berikut ini.

1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga ...

Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

2. Amal yang menolong di akhirat ...

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.

3. Pembersih penyakit hati dan jasmani ...

Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

4. Sarana meraih kemuliaan ...

Rasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

5. Jalan mendapatkan rahmat Allah ...

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dna membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

6. Sarana Pengabulan permohonan ...

Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,

“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

7. Penghapus dosa dan kesalahan ...

Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)

8. Jalan mendapat tempat yang terpuji ...

Allah berfirman,

“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

9. Pelepas ikatan setan ...

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra
bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”

10. Waktu utama untuk berdoa ...

Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalatwaktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)

11. Meraih kesehatan jasmani ...

“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sbelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)

12. Penjaga kesehatan rohani ...

Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)

Keajaiban shalat tahajud sudah terbukti, maka bertahajudlah!

Mungkin masih banyak lagi keajaiban shalat tahajud yang mungkin terlewat dari tulisan ini. Yang pasti shalat tahajud merupakan shalat yang bagus sebagai ibadah tambahan bagi kita.

Subhanallah .. Shalat tahajud benar-benar dahsyat dalam meraih kebaikan dunia akhirat ..