Senin, 18 November 2013

Ilmuwan Kembangkan Baterai Masa Depan: Tahan Rusak

Tim ilmuwan dari SLAC National Accelerator Laboratory di Stanford auaniversity, AS, berhasil menciptakan elektroda baterai pertama di dunia yang tahan rusak.

Melansir laman Forbes, 18 November 2013, baterai itu diklaim memiliki kemampuan 'menyembuhkan dirinya sendiri' dan tidak akan pernah aus atau rusak.

Tim ilmuwan mengatakan, pembuatan baterai teknologi terbaru ini sangat berpotensi menjadi baterai generasi masa depan dari baterai Lithium ion, yang nantinya bisa juga digunakan untuk mobil listrik, ponsel, dan perangkat elektronik lain.

Rahasia dari baterai tahan rusak ini terletak pada penggunaan polimer elastis yang melapisi elektroda. Bahan itu akan secara spontan memperbaiki retakan-retakan kecil ketika baterai digunakan.

Menurut Yi Cui, pimpinan penelitian dari Stanford University, tim peneliti berhasil mengembangkan bahan-bahan polimer elastis atau kulit elektronik fleksibel yang biasa digunakan pada robot, sensor, dan aplikasi lainnya.

"Untuk proyek baterai ini, bahan polimer sudah ditambahkan dengan bahan nanopartikel yang berfungsi menghantarkan listrik," ujar Cui.

Sementara menurut Zhenan Bao, rekan peneliti mengklaim elektroda baterai yang sudah dilapisi bahan polimer elastis itu tahan 10 kali lebih kuat dari baterai biasa. Dalam waktu beberapa jam, polimer akan segera memperbaiki retakan-retakan pada beterai.

"Untuk tahap awal, baterai teknologi terbaru ini baru mampu bekerja pada 100 kali siklus isi ulang daya tanpa mengalami kerusakan," ungkap Bao.


Di gambar sebelah kiri, elektroda silikon tampak retak. Tapi, dalam beberapa jam kemudian, beberapa retakan telah tertutup dengan sendirinya.

Ke depan tim ilmuwan akan menambah kemampuan baterai agar bisa bertahan dalam waktu 500 kali siklus isi ulang daya pada ponsel dan 3.000 kali siklus isi ulang daya untuk kendaraan listrik.

"Itu memang baru sekadar janji. Tapi, kami akan bekerja keras untuk mewujudkan kemampuan terbaik dari baterai tahan rusak ini," tutup Cui.

Minggu, 17 November 2013

Permasalahan Anak Jalanan dan Alternatifnya



Fenomena merebaknya anak jalanan di Indonesia merupakan persoalan sosial yang kompleks. Hidup menjadi anak jalanan memang bukan merupakan pilihan yang menyenangkan, karena mereka berada dalam kondisi yang tidak bermasa depan jelas, dan keberadaan mereka tidak jarang menjadi “masalah” bagi banyak pihak, keluarga, masyarakat dan negara. Namun, perhatian terhadap nasib anak jalanan tampaknya belum begitu besar dan solutif. Mereka adalah amanah tuhan yang harus dilindungi, dijamin hak-haknya, sehingga tumbuh-kembang menjadi manusia dewasa yang bermanfaat, beradab dan bermasa depan cerah.

Dalam UUD 1945, “anak terlantar itu dipelihara oleh negara” bermakna pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap pemeliharaan dan pembinaan anak-anak terlantar, termasuk anak jalanan. Hak-hak asasi anak terlantar dan anak jalanan, pada hakekatnya sama dengan hak-hak asasi manusia pada umumnya. Mereka perlu mendapatkan hak-haknya secara normal sebagaimana layaknya anak, yaitu hak sipil dan kemerdekaan (civil rights and freedoms), lingkungan keluarga dan pilihan pemeliharaan (family envionment and alternative care), kesehatan dasar dan kesejahteraan (basic health and welfare), pendidikan, rekreasi dan budaya (education, laisure and culture activites), dan perlindungan khusus (special protection).

Penanganan anak jalanan di seluruh wilayah kota besar di Indonesia belum mempunyai model dan pendekatan yang tepat dan efektif. Keberadaan Rumah Singgah menurut hasil penelitian Badan Pelatihan dan Pengembangan Sosial Depsos (2003), dinilai kurang efektif karena tidak menyentuh akar persoalan, yaitu kemiskinan dalam keluarga “(Kompas, 26 Pebruari 2003). Pembinaan dan pemberdayaan pada lingkungan keluarga belum banyak dilakukan, sehingga penanganannya selama ini cenderung tidak efektif. Keluarga merupakan “pusat pendidikan, pembinaan dan pemberdayaan pertama” yang memungkinkan anak-anak itu tumbuh dan berkembang dengan baik, sehat dan cerdas. Pemberdayaan keluarga dari anak jalanan, terutama dari segi ekonomi, pendidikan dan agamanya, diasumsikan merupakan basis utama dan model yang efektif untuk penanganan dan pemberdayaan anak jalanan.

Data tersebut cukup memperihatinkan, karena idealnya sebagai “kota percontohan” DKI dapat bebas dari masalah anak jalanan, atau setidaknya jumlah anak jalanan tergolong rendah di seluruh propinsi di Indonesia. Selama ini, penanganan anak jalanan melalui panti-panti asuhan dan rumah singgah dinilai tidak efektif. Hal ini antara lain terlihat dari “pola asuh” yang cenderung konsumtif, tidak produktif karena yang ditangani adalah anak-anak, sementara keluarga mereka tidak diberdayakan.

Bahasan Masalah
Anak jalanan adalah anak yang sebagian besar waktunya berada di jalanan atau di tempat-tempat umum. Anak jalanan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : berusia antara 5 sampai dengan 18 tahun, melakukan kegiatan atau berkeliaran di jalanan, penampilannya kebanyakan kusam dan pakaian tidak terurus, mobilitasnya tinggi.

Kegiatan yang dilakukan anak jalanan di jalan menggunakan jalan sebagai tempat tinggal dan hidup, untuk bermain, untuk berjualan. Tempat tinggal anak jalanan tinggal di Taman Kota, tinggal di emper toko, dan tinggal di rumah. Sumber mendapatkan uang dengan cara meminta-minta, dengan cara berjualan, dan dengan cara mengamen. Pihak yang dinilai paling dekat dengan anak jalanan adalah orang tuanya, dengan saudaranya, dan dengan pihak lain.

Anak jalanan pada umumnya mempunyai keluarga yang berada di lingkungannya yang biasanya keluarganya adalah keluarga dari golongan yang kurang mampu secara materi, sehingga anak-anak mereka berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan tetapi sesungguhnya peran orang tua anak jalanan tidak berperan secara maksimal, hal ini dapat dilihat manakala orang tua sangat mendukung untuk anaknya bekerja.

Faktor penyebab munculnya anak jalanan
Berdasarkan dari peta permasalahan anak jalanan baik yang berada di kota besar dapat dipetakan permasalahan sebagai berikut :

1.      Anak jalanan turun ke jalan karena adanya desakan ekonomi keluarga sehingga orang tua menyuruh anaknya untuk turun ke jalan guna mencari tambahan untuk keluarga. Hal ini terjadi karena ketidak berfungsian keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
2.      Rumah tinggal yang kumuh membuat ketidak betahan anak berada di rumah, sehingga perumahan kumuh menjadi salah satu faktor pendorong untuk anak turun ke jalan.
3.      Rendahnya pendidikan orang tua anak jalanan sehingga mereka tidak mengetahui fungsi dan peran sebagai orang tua dan juga ketidaktahuannya mengenai hak-hak anak.
Belum adanya payung kebijakan mengenai anak yang turun ke jalan baik kebijakan dari kepolisian, Pemda, maupun Departemen Sosial.
4.      Belum optimalnya social control di dalam masyarakat.
5.      Belum berperannya lembaga-lembaga organisasi sosial, serta belum adanya penanganan yang secara multi sistem base.


Pandangan Masyarakat
·         Aparat Keamanan
Pandangan aparat keamanan mengenai anak jalanan dinilai bahwa selama ini anak jalanan tidak pernah melakukan tindakan kriminal. Pada siang hari mereka pergi mengamen mengikuti jalur bus kota. Kejahatan yang paling sering dilakukan oleh anak jalanan yaitu berkelahi diantara mereka karena meributkan daerah operasi atau mencuri tetapi yang paling banyak adalah berkelahi diantara mereka. Penegak hukum hanya melakukan penahanan sesuai dengan Undang– undang yang berlaku karena belum ada hukum khusus mengenai anak– anak jalanan, dengan demikian masih dirasa cukup sulit untuk mengadakan pencegahan agar anak–anak tersebut tidak melakukan kejahatan, adapun yang saat ini telah dilakukan adalah dengan cara membatasi areal operasi anak jalanan atau jalur–jalur yang diperbolehkan untuk menjadi daerah operasinya. Sedang pada malam hari mereka berkumpul dan tidur di taman kota.

Selain itu juga upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan selain merazia adalah mengawasi secara terus-menerus, jangan sampai anak jalanan melakukan tindak kriminal atau tersangkut dengan penyalahgunaan narkoba.
·         Tokoh Agama
Partisipasi tokoh agama sangat berperan dalam pengentasan anak jalanan. Sesungguhnya Islam memiliki konsep pembinaan keluarga. Islam juga mengajarkan betapa besar tanggungjawab orang tua dalam mendidik anak. Maka kalau anak-anak disibukkan dengan pendidikan, mereka tidak turun ke jalan.

Sedang model yang dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan keluarga anak jalanan adalah: Perlu diperbanyak lembaga- lembaga sosial yang dapat menampung mereka. Kemudian untuk keluarganya perlu diberikan penyuluhan mengenai peningkatan penghasilan (ekonomi keluarga).

Mengenai pelibatan tokoh agama dalam rangka pemberdayaan ekonomi keluarganya menurut saya: Tokoh agama harus ikut mendorong mereka melalui penyuluhan dan pengajian akan pentingnya peningkatan ekonomi keluarga melalui usaha produktif.

Adapun bentuk pembinaannya haruslah komprehensif dan semua pihak harus terlibat. Pihak pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, pondok pesantren, takmir masjid yang punya akses pada kemasyarakatan semuanya harus aktif, turut mengontrol proses pembinaan serta perkembangan anak jalanan. Selain itu, pembinaan juga bukan saja dari sisi moral, akan tetapi juga harus bersifat jangka panjang. Misalnya, mereka seyogyanya diberi bekal keterampilan agama, ke depan mereka dapat mandiri dan hidup terarah sesuai cita-citanya masing-masing.

·         LSM
LSM mengharuskan anak jalanan harus tetap sekolah dengan cara sekolah di waktu senggang hal ini dilakukan agar anak tersebut tetap mendapat pendidikan yang layak dan memadai walaupun untuk menyadarkan anak-anak untuk sekolah masih sulit tetapi semakin hari semakin bertambah yang berminat untuk sekolah. Tidak kalah beratnya juga untuk menyadarkan orangtua agar anak-anak mereka tetap sekolah dengan berbagai penjelasan sehingga orang tua anak tersebut mendukung anaknya untuk sekolah. Untuk menangani anak jalanan, lembaga tersebut belum ada kerjasama dengan lembaga pemerintahan atau lembaga lainnya, dalam soal dana lembaga tersebut mencari donatur-donatur yang bersedia membantunya.

Alternatif Pemecahan Masalah
Alternatif model penangannan anak jalanan mengarah kepada 3 jenis model yaitu family base, institutional base dan multi-system base.

Family base, adalah model dengan memberdayaan keluarga anak jalanan melalui beberapa metode yaitu melalui pemberian modal usaha, memberikan tambahan makanan, dan memberikan penyuluhan berupa penyuluhan tentang keberfungsian keluarga. Dalam model ini diupayakan peran aktif keluarga dalam membina dan menumbuh kembangkan anak jalanan.

Institutional base, adalah model pemberdayaan melalui pemberdayaan lembaga-lembaga sosial di masyarakat dengan menjalin networking melalui berbagai institusi baik lembaga pemerintahan maupun lembaga sosial masyarakat.

Multi-system base, adalah model pemberdayaan melalui jaringan sistem yang ada mulai dari anak jalanan itu sendiri, keluarga anak jalanan, masyarakat, para pemerhati anak ,akademisi, aparat penegak hukum serta instansi terkait lainnya.

Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian kami dapat disimpulkan sebagai berikut :
Secara umum profil anak jalanan di Indonesia berasal dari keluarga yang menikah. Mereka menjadi anak jalanan disebabkan karena rendahnya kondisi sosial ekonomi keluarga. Di samping itu, sebagian besar anak jalanan menggunakan uang hasil usahanya untuk membantu ekonomi keluarga. Mereka jarang bertemu dengan orang tuanya dan tidak betah di rumahnya. Mereka rata-rata menghabiskan waktunya di jalan selama lebih dari 12 jam. Aktivitas paling menonjol yang dilakukan oleh anak jalanan adalah berjualan seperti asongan dan menyemir sepatu sedangkan lainnya lebih banyak yang berjualan dan mengamen di bis-bis kota.
Dilihat dari profil keluarga rata-rata jumlah anaknya 3-4 orang sangat mendukung anaknya bekerja di jalan dan mendukung pula untuk anaknya bersekolah. Keluarga mereka pernah mengikuti penyuluhan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) tetapi tidak mengikuti program tersebut dengan alasan program tersebut tidak mendukung perekonomian keluarga. Keluarga mereka tidak memiliki pendapatan yang tetap dan tinggal di rumah sewa atau menempati tanah negara.

Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya anak jalanan antara lain (a) rendahnya pendapatan keluarga, (b) keluarga disharmonis, (c) rendahnya pendidikan orang tua, (d) keluarga urban yang tidak memperoleh sumber-sumber ekonomi di daerah asalnya, (e) persepsi orang tua yang keliru tentang kedudukan anak dalam keluarga.
Di samping itu rendahnya kontrol sosial terhadap permasalahan anak jalanan juga menyebabkan permasalahan anak jalanan semakin menjamur, dan diperparah oleh adanya eksploitasi anak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Peta permasalahan anak jalanan dapat dikatagorikan menjadi 6 (enam) yaitu :
(a) desakan ekonomi keluarga, (b) rumah tinggal yang kumuh membuat anak tidak betah di rumah (c) rendahnya pendidikan orang tua (d) tidak adanya payung kebijakan penanganan anak jalanan, (e) lemahnya kontrol sosial dan (f) tidak berperannya lembaga-lembaga sosial.
Berdasarkan profil dan peta masalah dapat dirumuskan tiga jenis alternatif model penanganan anak jalanan yaitu: family based, institutional based dan multi-system based.

Senin, 11 November 2013

Apakah Banjir Di Ibukota Merupakan Masalah Sosial?

Untuk Bacaan kali ini, kita akan membahas apakah banjir merupakan masalah sosial di ibukota?
Yang pertama kali harus kita ketahui adalah kata "banjir", banjir pada hakikatnya berarti adalah aliran air yang merendam daratan, banjir terjadi karena volume air di tempatnya seperti danau atau sungai melebihi batas.

Lalu apakah banjir itu masalah sosial?
Di ibukota jakarta, banjir bisa menjadi masalah sosial, karena sejak bertahun-tahun kota jakarta selalu dilanda kebanjiran saat musim penghujan, terutama pada daerah daerah di pinggiran sungai atau kali. Banjir di jakarta sudah sangat sering terjadi dan meresahkan warga tiap musim penghujan datang, karena banjir aktivitas warga sekitar bisa terhambat bahkan bisa terhenti.


Kenapa banjir sering terjadi di Jakarta?
Pertanyaan ini sangat menarik bagi saya, kenapa banjir sering terjadi di jakarta?, mungkin sebelum kita lihat masalah karena hujan, mari kita lihat dulu kepada warga sekitar, banjir bisa terjadi karena terjadi penghambatan di sungai, penghambatan tersebut membuat air susah mengalir, jadinya akan cepat meluap, kenapa sungai bisa terhambat? mari kita lihat gambar berikut.

Disamping adalah gambar orang yang sedang membuang sampah sembarangan disungai, tahukah kalian jika sampah yang kita buang di sungai bisa menghambat aliran air danbisa menyebabkan banjir?
Jika hanya 1 atau 2 tidak masalah, tetapi banyak orang yang suka membuang sampah sembarangan di sungai dan bisa menyebabkan banjir.

Nah, setelah kita lihat bahwa jangan salahkan pemerintah atau musim penghujan jika banjir terjadi, di yang harus pertama kita lihat adalah masyarakat sekitar, apakah mereka sudah menjaga kebersihan sungai? Masalah sosial yang satu ini bukan sepenuhnya salah alam, tetapi ada juga kesalahan manusia jika banjir terjadi.

Hp Android Terbaik

Sejak OS Android diluncurkan Google, semakin banyak perusahaan / vendor handphone berbondong-bondong membuat hp Android dengan bermacam spesifikasi, desain, dan fungsi mulai dari harga murah sampai harga yang mahal.
Hal tersebut membuat penetrasi Hp Android ke masyarakat semakin meluas dan menggerogoti pangsa pasar handphone lain macam BlackBerry dan Nokia.

Hp Android terbaik yang saat ini beredar
Info Teknologi berinisiatif membuat daftar handphone Android terbaik berikut dikarenakan banyaknya merek & model hape yang bereredar, serta iklan yang kadang menyesatkan dan membuat orang bingung untuk membeli handphone Android mana yang paling bagus dan memiliki fungsi terbaik (diurutkan dari peringkat terbawah).

8. Sony Xperia Arc S



Spesifikasi Xperia Arc S : prosesor dual-core 1,4Ghz Scorpion, Adreno 205, Ram 512 MB, internal 1 GB, layar 4,2 inchi (480 x 854 pixels), HDMI, OS Android Gingerbread (upgradeable to ICS)

7. HTC Sensation XE



Spesifikasi HTC Sensation XE : Dual-core 1.5 GHz Scorpion, 768 MB RAM, 4 GB internal, kamera 8MP (Dual LED flash), layar 4.3 inchi (540 x 960 pixel), Android OS 2.3.4 (dapat diupgrade ke ICS)

6. Samsung Galaxy S2



Saat pertama kali hadir di April 2011, Galaxy SII adalah HP Android yang memiliki spesifikasi canggih dan sangat cepat. Namun seiring perjalanan waktu dan perkembangan teknologi maka posisinya sudah digantikan oleh produk lain yang lebih baru.
Spesifikasi Galaxy S2 : prosesor dual core ARM Cortex-A9 1,2 GHz, RAM 1 GB, Internal 16 GB, display 4.27″ WVGA Super Amoled (800×480 @218ppi), kamera  baterai Li-ion 1650 mAh, upgradeable to ICS.

5. Sony Xperia S



Sony Xperia S diluncurkan bertepatan dengan ajang CES 2012 dan masuk dalam jajaran Xperia NXT series yang telah menanggalkan merk Ericsson. Kelebihan hp ini adalah resolusi kamera yg besar (12MP) dan juga sertifikasi untuk memainkan game Playstation.
Spesifikasi Xperia S : prosesor dual core 1,5 GHz Qualcomm Snapdragon S3 MSM8260, GPU Adreno 220, layar TFT 4,3″ (1280×720), RAM 1GB, Internal 1,5GB, kamera 12MP, HDMI, NFC, dan Android 2.3 (upgrade to 4.0)

4. LG Optimus 4X



LG Optimus 4X adalah handphone LG pertama yang memakai prosesor Quad-core dan memiliki resolusi layar HD yang sangat tajam yaitu 1280×720 pixel. Dan tidak seperti hp lain yang masuk dalam daftar, secara default Optimus 4X akan sudah terinstall OS Android Ice Cream Sandwich.
Spesifikasi LG Optimus 4X : prosesor 1,5Ghz Tegra 3 Quadcore, Ram 1GB, internal memory 16GB, kamera 8MP & VGA, layar display 4,7″ HD IPS (1280 x 720), HDMI, NFC, dan baterai Li-Ion 2140 mAh.

3. HTC One X



Handphone Android terbaru dari HTC ini diperkenalkan di ajang MWC 2012 dan memiliki spesifikasi yang tidak jauh berbeda dengan Optimus 4X. Salah satu kelebihannya adalah dari segi performa kamera yang hanya membutuhkan 0,7 detik dan auto fokus yang memerlukan waktu 0,2 detik.
Spesifikasi HTC One X : 1,5Ghz Quad-core Tegra 3, 1GB RAM, 32 GB internal storage, display 4,7″ IPS (720 x 1280), kamera 8MP, baterai Li-Po 1800 mAh dan Android 4.0 ICS.

2. Galaxy Note




Handphone Android berbody bongsor dari Samsung ini mungkin lebih tepat disebut dengan mini-tablet karena ukuran layarnya yang sangat besar yaitu 5,3 inchi. HP Android ini mungkin lebih cocok digunakan untuk para eksekutif yang menginginkan performa baik dengan layar besar.
Spesifikasi Galaxy Note : prosesor 1.4 GHz dual-core Cortex-A9, 1GB RAM, internal storage 16GB/32GB, kamera 8MP, 5.3 inchi Super AMOLED display (800 x 1280 pixels), NFC, TV-out, Android 2.3.5.

1. Galaxy Nexus



Bila pembaca perhatikan spesifikasi Galaxy Nexus memang kalah kuat dari penghuni lain daftar ini (prosesor masih dual core). Tapi alasan Info Teknologi memilih Galaxy Nexus menjadi urutan pertama hp Android terbaik lebih dikarenakan fungsi dan user-experience yang baik, mudah, dan responsif. Hal ini bisa dimungkinkan karena Galaxy Nexus merupakan handphone buatan Google yang dirancang khusus untuk menjalankan Android Ice Cream Sandwich.
Spesifikasi Galaxy Nexus : Dual-core 1.2 GHz Cortex-A9, 1GB RAM, 16 GB storage, kamera 5MP, layar Super AMOLED 4.65 inch (720 x 1280 pixels), NFC, OS Android ICS.

12 Orang yang di Doakan oleh Malaikat

“Sebenarnya malaikat-malaikat itu adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya, dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafaat melainkan kepada orang- orang yang di ridhai Allah, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya”(QS-21:26-28)

Ada banyak aktifitas di muka bumi ini yang kita lakukan, senantiasa didoakan oleh para malaikat diantaranya :

1. Orang yang tidur dalam keadaan suci. 
Malaikat akan mendoakan orang yang senantiasa berwudhu manakala ia hendak tidur. Imam Ibnu Hibban  meriwayatkan dari Abdullah bin Umar  ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘ Ya Allah , ampunillah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’ (hadits ini di shahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih At Targhib wat TarhibI/27).

2.   2. Orang yang duduk menunggu sholat.
Seseorang yang rela mengorbankan waktunya untuk tetap berada dalam Masjid dalam keadaan suci (menjaga wudhunya) demi menunggu waktu sholat , maka malaikat akan mendoakannya. Imam muslim  meriwayatkan dari Abu Hurairah ra , Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Tdaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu sholat , selama ia dalam keadaan suci , kecuali para malaikat akan mendoakannya “Ya Allah , ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia”(Shahih Muslim no.469) 

3. Orang-orang yang berada di shaf (barisan) bagian depan di dalam sholat.
Imam Abu Dawud ( dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin  ‘Azib ra , Bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-irang ) yang berada pada shaf-shaf terepan “(hadist ini dishahihkan oleh Syekh Al Albani  dalam Shahih  Sunan  Abi Dawud 1/130). 

4. Orang-orang yang menyambung shaf ( tidak membiarkan kekosongan didalam shaf)
Orang yang ketika dalam sholat berjamaah tidak membiarkan shaf yang di depannya kosong (dia maju untuk mengisi ) , maka para malaikat pun akan mendoakannya. Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra , bahwa Rasulullah SAW bersabda ,” Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya selalu bersholawat kepada orang-orang yang menyambung  shaf-shaf.”(hadist ini dishaihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272) .

5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang imam selesai membaca  Al Fatihah.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah  ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika sesorang  Imam membaca ‘gharil maghdhubi’alahim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’ karena barang siapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”( Shahih Bukhari no. 782) 

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bersholawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat dimana ia melakukan sholat , selama ia belum batal wudhunya,(para malaikat) berkata , ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’( Al  Musnad no. 8106), Syakh Ahmad Syakir menshahihkan hadist ini ) 

7. Orang –orang yang melakukan sholat shubuh dan ‘Ashar secara berjamaah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat(yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh ) naik (kelangit ) , dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat ashar) naik(ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal , lalu Allah bertanya kepadamereka, Barang kalian meninggalkan hambaku?, mereka menjawab “Kami kami dating sedangkan mereka sedang melakukan sholat  dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada harti kiamat”(Al Musnad no.9140), hadist ini dishahihkan oleh Syakh Ahmad Syakir) 

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda ra , bahwa sayna Rosulullah SAW bersabda,” Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan di kabulkan. Pada kepalanya ada sorang malaikat yang menjadi wakil baginya,setiap kali dia berdoauntuk saudaranya dengan sebuah kebaikan , aka malaikat tersebut berkata ‘Amin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan” (Shahih Muslim no. 2733) 

9. Orang-orang yang berinfaq.
Imam Bukhari dan Imam Muslimmeriwayatkan dari Abu Hurairah ra , bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Tidak satu haripun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya , salah satu diantaranya  berkata, “Ya Allah , berilah gatni bagi orang yang berinfaq “. Dan lainnya berkata , Ya Allah, Hancurkanlah harta orang yang pelit”(Shahih Bukhari no.1442 dan Sahih Muslim no. 1010) 

10. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Sesungguhnya Allha dan para malaikat-Nyabershalawat kepada orang-orang yang makan sahur”(hadist ini dishahihkan oleh Syakh Al Alba dalam Shahih At Tatghiib wat Tarhiib I/519) 

11. Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib ra , bahwa Rosulullah SAW bersabda,” Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutuskan 70000 malaikat untuknya yang akan bersholawat kepadanya diwaktu siang dan kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga subuh “(Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, “Sanadnya shahih”) 

12. Seseorang yang mengerjakan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra, bahwa Rosulullah SAW bersabda, “ Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutaaan atas seorang yang paling rendah  diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi , bahkan semut yang didalam lubangnya dan bahkan ikan , semuanya bersholawat kepada orang yagng mengerjakan kebaikan kepada kepada rang lain “(dishahihkan oleh Syakh Al Albani dalam kitab Shahih  At Rirmidzi II/343)


Jumat, 08 November 2013

Masalah Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Papua



Yayasan Pemuda Insos Kabor Biak, disingkat Yapikbi, didirikan tanggal 14 Desember 2000, dengan Akte Notaris Nomor 12 Tahun 2000, sebagai reaksi terhadap penderitaan panjang di bawah sistem-sistem represif yang berawal dari penjajahan Belanda (1882 1962), pendudukan brutal Jepang 1940an (selama sekitar 3 tahun) hingga dengan Soekarno dan Suharto yang membunuh banyak orang-tua kami. Kami mengkategorikan diri kami sebagai generasi hilang akibat sistem represif berkepanjangan. Kami memprediksi bahwa sebagai imbas dari kekuasaan represif tadi, maka 25 tahun mendatang anak-anak kami akan tetap mengalami kesulitan di dalam mengembangkan diri. Sebagai generasi hilang, kami tidak menginginkan anak-anak kami mengalami nasib yang sama. Kami mendirikan Yapikbi untuk menjalankan berbagai aktivitas sebagaimana dijelaskan lebih lanjut di bawah ini. Kami berjuang untuk survive (mempertahankan kehidupan) sambil menantang Papua Baru yang kami dambakan. Papua Baru yang penuh dengan keadilan dan kedamaian.

Demografik
Populasi: 106.554 orang

Bangsa Pribumi:
55.422 laki
51.132 perempuan
(73.163 dewasa, 33.391 anak)

Pendatang:
32% x 106,554 = 34.097 orang

Angka Kematian per tahun: 301

Angka Kelahiran per tahun: 2.254
Kesehatan

2 Rumah Sakit Militer (1 AD, 1 AL)
14 Puskesmas
Akibat Umum Kematian: malaria
Pendidikan


185 Sekolah Dasar dengan 1.500 tenaga pengajar
29 SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) dengan 288 tenaga pengajar
13 SMU (Sekolah Menengah Umum) dengan 299 tenaga pengajar
1 Sekolah Industri Perikanan
1 Sekolah Turisme
1 Akademi Teknik
1 Akademi Administrasi Bisnis
1 Akademi Ekonomi
Tenaga Kerja
Pendapatan Daerah pada umumnya diperoleh dari pajak, perikanan dan turisme

Pegawai Negri: 3.613 orang

Angka statistik bulan Januari 2002 menunjukkan jumlah pengangguran sebesar sekitar 11.327 (6.627 laki; 4.700 perempuan)

Anggaran Tahunan Pemda (tahun 2000): Rp 84.803.792.100 (1 US$ is approx. Rp 10.000.00)
Sumber: Kantor Statistik Kantor dan BKKBN, December 2000; Kantor Bupati Biak-Numfor: Kantor Perindustrian dan Perdagangan; Kantor Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pendidikan tidak merupakan prioritas utama pemerintah Indonesia di Papua. Papua telah lama merupakan provinsi yang terlupakan dan hingga kini masih merupakan provinsi paling terkebelakang dalam bidang pembangunan di Indonesia. Untuk itu, tingkat SDM (sumber daya manusia) di Papua sangat rendah.
Walaupun kekayaan alamnya besar, rakyat Papua sulit menikmati keuntungannya. Seluruh hasil kekayaan alam masuk ke Jakarta. Kwalitas pendidikan di Papua sangat rendah, dan ini sama pula di Biak. Otonomi Khusus (otsus) yang ditawarkan sejak 1 Januari seyogianya dapat mempromosikan pemberdayaan SDM bangsa pribumi Papua. Sayangnya, sejarah menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah menindak-lanjuti rencananya dan sebagai konsekwensi, rakyat Papua sangat berhati-hati terhadap setiap rencana pemerintah.
Terlepas dari kenyataan bahwa adanya sekolah (SD, SLTP, SMU dan Sekolah Kejuruan) dengan jumlah yang sangat sedikit, tidak terdapat tenaga pendidik yang berkwalikasi dan tidak adanya keuangan yang memadai untuk membeli buku dan peralatan pendidikan yang sangat dibutuhkan.
Sebagai konsekwensinya, tingkat pengetahuan anak yang menyelesaikan SD (Sekolah Dasar) dan SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) sangat rendah. Karena orang-tua tidak memiliki uang untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah kejuruan maka jumlah siswa putus sekolah semakin meningkat mencapai angka yang memprihatinkan. Sebagai contoh, banyak anak (teristimewa di kampung-kampung) tidak mengenyam pendidikan SD. Hal yang lebih merepotkan lagi adalah bahwa kurang dari separoh jumlah anak tamatan SD tidak dapat membaca dan menulis dengan baik. Lebih lagi, para tenaga pendidik kadang tidak berkwalitas dan tidak termotivasi karena sejumlah alasan, umpamanya gaji yang kadang-kadang tertunda atau sama sekali tidak terbayar (dan sebagai konsekwensi mereka mencari nafkah di lain tempat dan tidak muncul di depan ruang kelas).
Sungguh disayangkan, tidak ada data statistik yang tersedia di kantor pemda Biak. Tabel di bawah ini menunjukkan data yang tersedia di pemda provinsi di Numbay (nama pribumi bagi Jayapura) berdasarkan studi langsung di lapangan.
PENDIDIKAN
JUMLAH (ORANG)
%
1. Tidak pernah menikmati pendidikan
2. Tidak menyelesaikan SD
3. SD
4. SLTP
5. Sekolah Tingkat Pertama Kejuruan
6. SMU
7. Sekolah Menengah Kejuruan
8. Tamatan Universitas
307.395
143.571
300.156
107.904
9.180
61.620
51.585
13.803
31
14
30
11
1
6
5
1
Total
995.214
100
Sumber: YYPWI didalam laporannya tentang Pembangunan di Provinsi Papua, 2001
Sebagai akibat, angka pengangguran masyarakat pribumi Papua semakin meningkat, kaum pendatang (migran) dari luar Papua mendominasi lapangan kerja dan pemuda Papua kadang didiskriminasikan (karena tingkat ketrampilan mereka yang rendah dan walaupun hal ini adalah benar tapi harus dijelaskan lebih khusus lagi tentang sebab-musababnya). Angka anak usia sekolah yang tidak menikmati pendidikan formal semakin meningkat.
Di Papua secara umum, dan tak terkecuali Biak, pemberdayaan SDM adalah mutlak penting. Walaupun prospek Otsus (otonomi khusus) memberi harapan, aspek-aspek pemberdayaan SDM tidak terperinci dijelaskan didalam paket Otsus dan kenyataan implementasinya masih harus dilihat.

Masyarakat Papua tidak homogen melainkan heterogen (terdiri dari berbagai suku dan ras). Ada sekitar 1 juta pendatang (migran) Indonesia tersebar di seluruh Papua. Konflik antara masyarakat pribumi dan pendatang semakin meningkat walaupun sejauh ini masih dalam bentuk psikhologis.
Hampir tidak lagi terhitung bangsa pribumi, kaum migran mendominasi seluruh sektor kehidupan: secara politik, ekonomis, sosial dan kultural. Ini bisa saja menimbulkan pecahnya kekerasan fisik yang pada gilirannya akan menjadi alasan bagi militer (TNI) untuk secara brutal menindak masyarakat pribumi dalam usahanya untuk membelah kaum pendatang di Papua sekaligus mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Angka statistik menunjukkan bahwa 32% dari penduduk Biak adalah kaum migran. Lebih dari itu, saksikanlah sendiri perbandingan personil di dalam pertokoan, bank-bank, perkantoran dan lain-lain di Biak yang menunjukkan bahwa mayoritas personil adalah kaum pendatang (non-pribumi). Diskriminasi dan frustrasi dapat saja menyulut konflik etnis dan pecahnya kekerasan sebagaimana pernah terjadi di Wamena (6 Oktober 2000), Bonggo (September 2001), dimana terjadi bentrokan (clash) yang menimbulkan mengungsinya kaum migran dan memberikan kesempatan bagi TNI untuk melakukan arestasi secara serampangan serta menganiaya masyarakat sipil yang tak berdosa.

4. Pengangguran
Biak memiliki hanya beberapa perusahaan, dari sektor swasta dan negara, dan sulit bagi orang Papua untuk dapat bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut. Sebagaiman tersebut di atas, kesempatan kerja di Papua (termasuk Biak) didominasi oleh pendatang (kaum migran) dari Indonesia. Angka pengangguran (pencari kerja) di Biak tahun 2003 berkisar 1.444 orang (tidak termasuk yang belum terdaftar). Ini merupakan angka produktif dari jumlah penduduk Biak yang sekarang berkisar 160.000 jiwa.
Pengangguran di antara masyarakat pribumi Papua mengakibatkan banyak masalah sosial seperti kriminalitas, pemabukan alkohol, pelacuran, pelecahan HAM perempuan, perceraian, pelecehan HAM anak, pencurian, kerja paksa, dll.  Source: Cenderawasih Pos RADAR BIAK, 13 Desember 2003

Exploitation of natural resources with consequences for environmental destruction; ethnic and tribal differences as possible source for conflict; lack of good administration/rule; military control over the public authorities, incapacity of the NGOs and underdeveloped communities clearly depict the complexity of the existing problems.
There seems to be more space for democratic process in Indonesia, since the fall of the Indonesian dictator, Soeharto (retired general), in 1998. Unfortunately, West Papua and Aceh as richest provinces have worst paths to walk over. Annual reports by Amnesty International, Human Rights Watch, State Department of United States, UN High Commissioner for Human Rights, UN Office for the Co-ordination of Humanitarian Affairs (OCHA) and other HR bodies have regularly revealed gross human rights abuse in West Papua. For Biak in particular, a number of human rights organizations have reported on the Biak massacre of 1998. During the 1 July flag raising (which in fact took place from 1 July up to and including the 5th of July) some 60 demonstrators were killed during a peaceful rally of innocent citizens led by Philip Karma. Eyewitness reports state that victims (including women and children) were forced into an Indonesian marine ship and killed on board, after which their bodies were bagged and thrown into the sea.

While the government of Indonesia does not seem seriously interested in developing education, health care, agriculture, infrastructure and tourism in West Papua, it does back mining, logging and fishing companies to exploit Papuas natural resources. The state and its apparatus (including military) back large logging and mining companies who wish to operate in West Papua. It is not uncommon for military officers and governmental officials to have stocks or shares in those companies. There is no good administration/rule to resolve and protect the nature from further destruction. Land or areas owned by the indigenous people for traditional agriculture, fishing and hunting have been constitutionally claimed as state property by the government. Various reports by different NGOs repeatedly revealed the destruction of the nature by mining, logging and fishing companies. (as reported by Down to Earth, Friends of the Earth, etc.).
As far as Biak is concerned, its population has always been able to provide for food by fishery. Biak has beautiful white beaches and blue seas, its corals are regarded as one of the most beautiful in the world, but this is also under serious threat. Fishermen are increasingly using cyanide and bombs (on a daily basis!) to get a large catch at the same time destroying large coral reefs and the underwater habitat. This ongoing destruction means endangering the very existence of the people.

Most of the NGOs in Biak are newly established organizations that have arisen from dissatisfaction with government policy on the issues as described in this chapter. It is necessary to support (both materially and morally) the alternatives and initiatives proposed and taken by the local NGOs to assist disadvantaged people towards the process of "Civil Society Building".

There is no independent local trade union in Biak, except the state run trade union called Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia). Korpri was established during Soeharto dictatorial regime to support the governmental policies for the benefit of the state and the multinationals. Most members of Korpri also face problems in their own trade union due to corruption, mismanagement, bureaucratic complexity and political abuse of the right to freedom of movement and expression.
Initials efforts have been made by Jayapura-based activists for an independent trade union for West Papua, called the West Papua Interest Association that is led by Karel Waromi and has approximately 20,000 members. Though no official statistics are available to corroborate the information, Biak is said to have approx. 1,000 members. Thus far though, its representation in Biak lacks structure, leaders and organization (its members do not pay contribution).
Workers in Biak are not yet fully aware of the importance of an independent trade union, especially for the workers from the private sector, such as street cleaners, taxi drivers, tailors, shop workers, harbour workers, factory workers, etc. Salary and social securities for these workers are mostly below the minimum and they can even be easily dismissed without any compensation.

Ornop-ornop di Biak belum mampu mengembangkan jaringan kerja solidaritas internasional yang luas karena anggota-anggotanya belum menguasai bahasa Inggris dengan baik, padahal bahasa Inggris adalah alat (medium) yang sangat dibutuhkan didalam komunikasi internasional. Banyak aktivis di Biak memperlihatkan kurangnya pengetahuan mereka atas program-program computer (word processing skills). Umpamanya SP2 (Solidaritas Perempuan Papua) di Biak, memiliki komunikasi yang tidak gampang dengan beberapa donor di Belanda dan Jerman karena kurangnya pengetahuan mereka atas bahasa Inggris. Ditambah lagi, kurangnya pengetahuan mereka atas penggunaan computer untuk menulis analisa, evaluasi, laporan dan proposal untuk menjaring dukungan masyarakat internasional.